Liputan6.com, Jakarta - Pengolahan sampah menjadi bahan bakar pengganti menjadi solusi mengatasi persoalan perkotaan nan saat ini belum terselesaikan, teknologi tersebut pun sekarang telah datang sehingga siap diaplikasikan.
Teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar pengganti diperkenalkan PT Asiana Technologies. Perusahaan tersebut memperkenalkan konsep waste-to-fuel nan mengolah sampah perkotaan maupun sampah dari tempat pemrosesan akhir (TPA) menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
CEO sekaligus Inventor Asiana Technologies Poltak Sitinjak mengatakan, teknologi tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan karakter sampah di Indonesia nan mempunyai kadar air relatif tinggi.
RDF nan dihasilkan mempunyai nilai kalor lebih dari 3.500 kilokalori per kilogram dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti untuk industri tertentu.
“Alternative fuel nan berasal dari solid waste, baik sampah industri, sampah organik maupun sampah perkotaan, setelah kita konversi dapat menjadi daya baru terbarukan nan kita sebut solid fuel,” ujar Poltak, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).
Bisa Jadi Pendamping Batu Bara
Poltak menjelaskan bahan bakar hasil pengolahan sampah dapat digunakan sebagai bahan bakar pendamping batu bara alias cofiring pada akomodasi industri.
Pemanfaatannya tidak kudu langsung menggantikan batu bara secara keseluruhan. Penggunaan dapat dilakukan secara berjenjang sesuai kebutuhan dan teknologi nan dimiliki pengguna.
Menurut Poltak, sampah perkotaan di Indonesia umumnya bercampur dan mempunyai kandungan air tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Karena itu, sampah perlu diolah terlebih dahulu, termasuk mengurangi kadar air, sebelum material nan memenuhi spesifikasi digunakan sebagai bahan bakar.
“Karena kandungan air di sampah-sampah kita di Indonesia itu tinggi. Jadi kami mengusulkan sampah diolah dulu, setelah menjadi bahan bakar baru digunakan di pembangkit alias pabrik nan menggunakan batu bara,” katanya.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·