Selain gelombang tinggi, Air laut pasang (rob) membanjiri area pesisir Wonokerto, Kabupaten Pekalongan Sabtu (23/5)(MI/Safuan)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi cuaca ekstrem di 18 wilayah Jawa Tengah pada Sabtu (23/5). Selain hujan lebat nan disertai angin kencang dan petir, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman banjir rob di sepanjang pesisir utara (Pantura) serta gelombang tinggi di perairan selatan dan utara.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Rany Puspita, menjelaskan cuaca ekstrem ini berpotensi memicu musibah hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Wilayah nan rawan meliputi wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Pantura, dan Jawa Tengah bagian tengah.
"Diminta penduduk terutama berada di tebing perbukitan dan wilayah aliran sungai diminta waspada musibah hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem tersebut," ujar Rany Puspita.
Adapun 18 wilayah nan dipetakan berpotensi mengalami cuaca ekstrem hari ini adalah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Blora, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa.
Sementara untuk wilayah lainnya di Jawa Tengah, berkesempatan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Kecepatan angin diperkirakan bertiup dari arah timur ke selatan antara 3-27 kilometer per jam, dengan suhu udara berkisar 18-34 derajat celsius serta kelembaban udara 50-95 persen.
Ancaman Banjir Rob dan Gelombang Tinggi
Di sisi lain, aktivitas pelayaran dan logistik di perairan Jawa Tengah juga terancam oleh gelombang tinggi. BMKG mencatat ketinggian gelombang di perairan selatan berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter, sedangkan di perairan utara mencapai 1 hingga 1,25 meter. Kondisi ini rawan bagi kapal nelayan, tongkang, hingga kapal penumpang, terutama saat kecepatan angin di atas 15 knot.
Tak hanya gelombang tinggi, kejadian air laut pasang alias rob dengan ketinggian maksimum 1 meter juga tetap berjalan dan memicu banjir di sejumlah titik Pantura.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, mengimbau penduduk pesisir untuk tetap siaga, khususnya pada tengah hari hingga sore.
"Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dan juga banjir di sejumlah wilayah di Pantura akibat rob nan tetap berjalan pukul 12.00-16.00 WIB," kata Retna Swasti Karini, Sabtu (23/5).
Menurut Retna, banjir rob ini melanda beberapa wilayah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati. Dampaknya tidak hanya merendam permukiman penduduk, lahan pertanian, tambak, dan akomodasi pasar, tetapi juga mengganggu mobilitas transportasi, aktivitas bongkar muat di pelabuhan, serta sektor budidaya perikanan darat dan petani garam. (Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·