IKAMADA Gelar Festival Budaya Manggarai di Anjungan NTT TMII 2 Agustus

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Keluarga Manggarai Jabodetabek (IKAMADA) bakal menggelar Festival Budaya Manggarai di Anjungan Nusa Tenggara Timur (NTT), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Minggu (2/8). Festival sehari penuh itu menjadi arena memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya masyarakat Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Berbagai pagelaran seni tradisional bakal ditampilkan dalam pagelaran tersebut, mulai dari Tari Caci, Sanda, Mbata, Danding, Rangkuk Alu, hingga joget berbareng nan diiringi lagu-lagu unik Indonesia Timur.

Ketua IKAMADA Rikard Bagun mengatakan pagelaran ini merupakan upaya memperkenalkan warisan budaya Manggarai kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat identitas budaya di kalangan diaspora.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pentas menampilkan beragam tarian dan musik tradisional dengan tujuan melestarikan serta mempromosikan warisan budaya Manggarai," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Tokoh pers nasional kelahiran Manggarai itu menambahkan, Festival Budaya Manggarai bakal menjadi agenda rutin IKAMADA. Ke depan, organisasi nan mewadahi penduduk Manggarai di Jabodetabek tersebut bakal lebih aktif menggelar beragam aktivitas budaya, termasuk misa berbareng dan pagelaran seni, untuk mempererat tali silaturahmi antarperantau.

Sementara itu, Penanggung Jawab Festival Budaya Pentas Caci 2026, Gaudens Wodar, mengatakan caci bukan sekadar pagelaran adu ketangkasan, melainkan simbol kebanggaan masyarakat Manggarai nan sarat makna budaya dan spiritual.

Menurutnya, caci mencerminkan nilai sportivitas, penghormatan kepada lawan, keberanian, rasa syukur, serta perpaduan seni tari, musik, dan vokal nan diwariskan secara turun-temurun.

Gaudens menjelaskan, pagelaran tahun ini mengusung tema "Reko B'eo Tanah Kuni Agu Kalo", nan berarti mencintai dan merawat nilai-nilai budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Manggarai.

"Kita wajib menjaga, membangun, merawat nilai budaya Manggarai sebagai tanah kelahiran tempat kita berasal. Ungkapan ini mengingatkan setiap orang Manggarai agar tidak lupa ( neka hemong tanah Kuni agu kalo - tanah Manggarai) sebagai identitas dan asal-usulnya, meski sedang merantau jauh," tuturnya.

Ia menegaskan, meski caci menampilkan tindakan saling pukul dan tangkis, tradisi tersebut dijalankan berasas norma dan etika nan ketat. Karena itu, caci dinilai sebagai warisan budaya sekaligus warisan spiritual nan perlu terus dilestarikan dengan support beragam pihak, termasuk pemerintah.

Ketua Panitia Festival Budaya Pentas Caci 2026, Libertus Jehani, mengatakan aktivitas bakal berjalan sejak pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Festival digelar berbareng organisasi diaspora Manggarai se-Jabodetabek.

Selain pentas caci dan danding, visitor juga bakal disuguhi kirab budaya serta beragam tarian tradisional Manggarai, termasuk Tari Ndundudake nan dibawakan golongan diaspora muda Manggarai nan kebanyakan merupakan mahasiswa. Seluruh rangkaian aktivitas bakal ditutup dengan goyang berbareng diiringi lagu-lagu unik Indonesia Timur seperti "Sini Senang" dan "Kokor Gola."

(ory/ory)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional