Misteri Kematian Sutrimo dan Penemuan Bantal Hijau di Mordent Aesthetic Clinic

Sedang Trending 14 jam yang lalu
Garis polisi nan terpasang di Mordent Esthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Sudah lebih dari tiga hari, penyebab kematian Sutrimo tetap menjadi misteri. Identitas dan asal-usul laki-laki tersebut pun hingga sekarang belum diungkap secara resmi.

Informasi nan beredar menyebut Sutrimo merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Tapi, polisi tetap mendalami berita tersebut. Pengacara Febrie, Febri Diansyah, juga mengaku belum mengetahui info itu.

Di tengah teka-teki tersebut, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri kembali mendatangi Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7), untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua. Olah TKP pertama dilakukan Polri pada Minggu (26/7) malam.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Clinic, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, usai proses olah TKP selesai, terlihat sebuah plastik transparan nan diduga berisi barang-barang nan diamankan pada olah TKP pertama, Minggu (26/7).

Di dalam plastik tersebut tampak sebuah bantal berwarna hijau. Selain itu, terlihat pula sebuah botol berwarna putih dengan tutup biru nan tetap tampak berisi cairan. Sejumlah peralatan lain juga terlihat berada di dalam plastik transparan tersebut.

Belum diketahui apakah barang-barang tersebut berangkaian langsung dengan penyebab kematian Sutrimo. Polisi juga belum mengungkap hasil pemeriksaan forensik maupun kegunaan barang-barang nan diamankan dari lokasi.

Sementara itu, berasas pantauan kumparan, saat meninggalkan lokasi, interogator juga membawa empat paper bag yang diduga berisi peralatan bukti hasil olah TKP lanjutan. Barang-barang tersebut kemudian dibawa untuk diperiksa lebih lanjut di Laboratorium Forensik.

Polisi lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Esthetic Clinic Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, MInggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Kasubnit 1 Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Roby Pasha belum bersedia menjelaskan hasil olah TKP maupun peralatan bukti nan diamankan.

“Ini tetap dalam tahap penyelidikan, kelak ke Kabid Humas aja ya alias ketua kami nan menjelaskan,” kata Roby saat ditemui di lokasi.

Saat ditanya ke mana peralatan bukti tersebut bakal dibawa, Roby menjawab singkat.

“Ke Labfor," ucapnya sembari berlalu.

Tim Puslabfor Bareskrim Polri tiba di Mordent Esthetic Clinic sekitar pukul 12.00 WIB untuk melakukan olah TKP kedua mengenai penyelidikan kematian Sutrimo. Sejumlah personel Puslabfor berbareng interogator Polres Metro Jakarta Selatan memasuki area klinik nan tetap dipasangi garis polisi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Klinik tersebut telah dipasangi garis polisi sejak beberapa hari terakhir. Polisi sebelumnya juga telah melakukan olah TKP awal, memeriksa sejumlah saksi, serta berupaya mengumpulkan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Garis polisi nan terpasang di Mordent Esthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

“Kita olah TKP tadi. Begitu dapet informasi, lenyap cek TKP, terus kita mencoba mencari info di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah.

Ia mengatakan, interogator tetap terus mendalami keterangan saksi serta mencari rekaman CCTV nan dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.

Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan hidung dan mulut berbusa di laman Mordent Esthetic Clinic pada Kamis (23/7). Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal bumi setibanya di rumah sakit.

Hingga kini, Polda Metro Jaya tetap menyelidiki penyebab kematian Sutrimo. Penyidik juga mendalami info nan beredar mengenai identitas korban, termasuk berita nan menyebut Sutrimo merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Polisi juga memeriksa saksi, rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, hingga letak awal korban ditemukan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan