Warga Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Riau, mendatangi rumah nan diduga milik bandar narkoba, Jumat (10/4). Mereka melakukan perusakan dengan melempar dan membakar kendaraan pemilik rumah tersebut.
Dalam video nan beredar, tampak penduduk melempari rumah berpagar biru tersebut. Penghuni rumah terlihat ketakutan dan berlindung. Warga nan pemberontak juga menyeret dan membakar motor milik pemilik rumah tersebut.
Polisi langsung mengamankan lokasi. Mereka meminta penduduk tidak melakukan tindakan anarkis.
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, membenarkan peristiwa itu. Ia mengatakan pihaknya bakal merespons tuntutan penduduk nan mendesak agar peredaran narkoba diusut di wilayah tersebut.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat dalam memerangi narkoba. Namun, kami tegaskan segala corak tindakan main pengadil sendiri dan perusakan tidak dapat dibenarkan secara hukum. Penegakan norma adalah kewenangan aparat,” kata Isa dalam keterangannya, Sabtu (11/4).
Awal Peristiwa
Berdasarkan info kepolisian, ada empat motor nan dirusak warga. Awalnya, penduduk melakukan unjuk rasa di Mapolsek Panipahan. Mereka mendesak agar polisi mengusut seorang berinisial MAEL nan diduga bandar sabu di wilayah itu.
Kemudian sekitar pukul 14.50 WIB, tindakan tersebut diterima jejeran Polres Rokan Hilir berbareng unsur pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat.
Namun, situasi berubah sekitar pukul 16.20 WIB. Massa bergerak menuju rumah seorang penduduk berjulukan Ali nan diduga mengenai jaringan narkoba. Di lokasi, emosi massa memuncak hingga terjadi tindakan pelemparan, perusakan, apalagi pembakaran.
Jumlah massa nan awalnya sekitar 150 orang meningkat drastis menjadi sekitar 500 orang. Dalam tindakan tersebut, empat unit sepeda motor dibakar, sementara barang-barang di dalam rumah dikeluarkan dan ikut dibakar di depan lokasi. Rumah tersebut juga sempat dibakar, meski api tidak langsung membesar lantaran gedung terbuat dari beton.
Petugas campuran dari Polri dan TNI nan berjumlah 55 personel berupaya mengendalikan situasi. Namun, lantaran jumlah massa nan jauh lebih banyak, abdi negara sempat kesulitan meredam tindakan pemberontak tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, baik dari masyarakat maupun abdi negara keamanan. Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB.
Polisi Imbau Warga Tak Anarkis
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkistis.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, tidak melakukan tindakan melawan hukum, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita perangi narkoba dengan langkah nan betul dan sesuai patokan hukum," imbuh Pandra.
Polres Rokan Hilir memastikan bakal mengusut tuntas kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut. Selain itu, kasus perusakan tersebut juga bakal didalami oleh kepolisian.
“Kami mengimbau kepada pihak-pihak nan terlibat agar segera menyerahkan diri. Kepada masyarakat nan mengetahui alias mempunyai info mengenai pelaku, agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses dan mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum,” ujar Kapolres Rokan Hilir.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·