Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayit anak wanita di pinggir jalan desa setempat, Jumat (22/5) awal hari.
Jasad bocah tersebut pertama kali ditemukan penduduk nan hendak menunaikan salat Subuh. Awalnya, penduduk mengira barang terbungkus kain putih itu hanyalah tumpukan sampah.
Setelah didekati, penduduk memandang bagian tubuh manusia dan langsung melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa serta pihak kepolisian.
Kapolsek Katibung, Iptu Dita Hidayatullah, mengatakan korban diperkirakan berumur sekitar 11 hingga 13 tahun. Hingga sekarang identitas korban belum diketahui.
“Korban tetap anak-anak sehingga belum mempunyai rekam sidik jari nan bisa dilacak,” kata dia.
Saat ditemukan, tubuh korban tampak sangat kurus dengan luka cukup parah di bagian pinggang belakang.
Polisi menduga luka tersebut muncul akibat korban terlalu lama terbaring lantaran penyakit nan dideritanya.
Di sekitar letak penemuan, polisi menemukan sejumlah obat-obatan, perlengkapan infus, minyak urut, serta secarik surat nan diduga ditulis orang tua korban.
Dalam surat tersebut, orang tua korban menyebut anak mereka meninggal akibat penyakit glukosuria dan mengaku tidak bisa memakamkan korban secara layak lantaran terlantar di Lampung usai ditipu.
Berikut adalah isi surat tersebut:
Assalamualaikum, bagi nan menemui jasad anak saya meninggal dikarenakan penyakit diabet. Kami sebagai orangtua tidak bisa memakamkannya secara layak lantaran baru tiga hari di Kota Lampung dan kami terlontang-lantung tidak ada tempat tinggal lantaran ditipu orang
Temuan surat itu memantik empati penduduk sekitar. Bersama perangkat desa dan abdi negara setempat, masyarakat bergotong royong mengurus proses pemakaman korban.
Sementara itu, polisi mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan visum.
Iptu Dita menjelaskan, kondisi bentuk korban menunjukkan tanda-tanda telah lama menderita penyakit berat. Bagian perut korban tampak cekung, sementara tangan dan wajah terlihat mengecil akibat kondisi tubuh nan terus menurun.
“Korban diduga sudah lama hanya bisa berebahan sehingga bagian pinggang mengalami luka cukup parah,” ujarnya.
Setelah proses visum selesai dilakukan, jenazah bocah tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat, tidak jauh dari letak penemuan jasadnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·