Wakil Presiden AS JD Vance menghadiri talk show "The View" nan dikenal kritis terhadap Trump. Simak debat panas mengenai skandal Epstein, inflasi, hingga rumor rasial.(The View)
WAKIL Presiden Amerika Serikat, JD Vance, tengah gencar muncul di beragam stasiun televisi seperti Fox News, CNN, dan NBC minggu ini. Langkah ini dilakukan dalam rangka mempromosikan memoar barunya, “Communion”, sekaligus bersiap menghadapi kampanye pilpres 2028.
Namun, dari semua kemunculannya, kehadirannya di program “The View” milik ABC pada Selasa pagi menjadi nan paling disorot. Acara bincang-bincang siang hari ini dikenal sebagai 'wilayah musuh' bagi Vance lantaran didominasi oleh para pembawa aktivitas nan kerap mengkritik pemerintahan Trump.
Tanggapan Teori Konspirasi Jeffrey Epstein
Suasana sempat menegang saat membahas mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Vance membenarkan berita Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, secara pribadi menyebutnya sebagai seorang teoritis konspirasi.
"Saya menyayangi Susie, tapi tentu saja, dia berpikir saya seorang teoritis persekongkolan dalam urusan Epstein," ujar Vance.
"Karena menurut saya gila bahwa Anda mendapati laki-laki nan jelas-jelas merupakan predator seksual ini berbaur dengan banyak orang nan sangat kaya dan berkuasa. Seperti, perihal itu sangat mengganggu saya. Saya tidak tahu apa nan ada di sana, tentu saja, tidak ada nan tahu persis apa nan terjadi selain Anda berada di sana, tetapi itu sangat mengganggu saya, dan saya mau adanya transparansi penuh."
Ketika para pembawa aktivitas mengungkit kedekatan masa lampau Donald Trump dengan Epstein, Vance mencoba memihak Trump. Ia menyatakan bahwa Trump nan melaporkan Epstein ke polisi hingga berujung pada kejatuhannya. Namun, faktanya penyelidikan kepolisian terhadap Epstein sudah melangkah saat Trump menelepon polisi pada pertengahan 2000-an.
Dicecar Soal Inflasi dan Isu Rasial
Perdebatan bersambung saat Vance mencoba merasionalisasi ucapan Trump baru-baru ini nan menyebut "Saya suka inflasi." Vance berkilah bahwa maksud Trump adalah menyukai kebenaran bahwa inflasi bakal turun setelah perang berakhir. Pembelaan ini langsung dipotong oleh pembawa aktivitas Joy Behar.
"Apakah Anda penerjemahnya alias Anda wakil presidennya? Ayolah," sindir Behar.
Vance juga dicecar oleh Whoopi Goldberg dan Sunny Hostin mengenai kebijakan pemerintahan nan dinilai menyudutkan penduduk kulit hitam, termasuk dihapusnya sejarah kulit hitam dari ruang publik. Menanggapi perihal tersebut, Vance tidak menjawab secara langsung namun menegaskan posisi politiknya.
"Setiap orang disambut baik dalam koalisi politik kami," tegas Vance, sembari menambahkan bahwa pemerintahannya merayakan seluruh sejarah.
Meskipun diwarnai ketegangan, obrolan tersebut tetap melangkah dengan sipil. Kepada Fox News, Vance menyatakan prinsipnya dan presiden adalah menyampaikan pesan ke mana saja, termasuk ke media nan tidak sejalan. Strategi promosi ini tampaknya berhasil, terbukti dengan kitab “Communion” nan langsung melejit ke ranking satu dalam daftar kitab terlaris di Amazon pada hari peluncurannya. (CNN/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·