Warga Desa Kawasi di Pulau Obi Kini Nikmati Air Bersih 24 Jam

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Bagi sebagian besar masyarakat perkotaan, air bersih nan mengalir setiap saat mungkin merupakan perihal nan biasa. Namun bagi Yunince, penduduk Desa Kawasi di Pulau Obi, kemudahan tersebut baru betul-betul dia rasakan setelah menempati Permukiman Baru Desa Kawasi.

"Air selalu ada untuk mandi, mencuci, dan memasak. Mau mandi lima kali sehari juga airnya tetap cukup," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026)

Yunince mengenang sebelumnya dia kudu menyesuaikan aktivitasnya dengan kesiapan air. Kini, dia dapat mencuci hingga memasak kapan saja lantaran air mengalir selama 24 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa dirasakan Tina Nomor, pelaku UMKM di Permukiman Baru Desa Kawasi. Menurutnya, pasokan air bersih dan nan stabil membantu aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan kepastian dalam menjalankan usahanya.

"Air dan listrik nan lancar sangat membantu upaya kami. Semuanya juga disediakan sehingga bisa meringankan kebutuhan sehari-hari. Meski begitu, kami tetap menggunakannya seperlunya," katanya.

Yunince dan Tina merupakan dua penduduk nan mengikuti program relokasi ke Permukiman Baru Desa Kawasi. Program ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten berasas Peraturan Bupati Halmahera Selatan Nomor 72 Tahun 2023 dan pelaksanaannya merujuk pada Rencana Aksi Pengadaan Lahan dan Pemukiman Kembali (LARAP) serta diawasi oleh Tim Terpadu. Tak berakhir disitu, sistem pendaftaran, verifikasi, penilaian aset, hingga penanganan keluhan turut dipantau pihak independen.

Ketersediaan pasokan air tersebut ditopang oleh sistem penyediaan air bersih nan dibangun di Pulau Obi. Air baku berasal dari Sungai Akelamo, kemudian diolah melalui Water Purification Plant (WPP) sebelum didistribusikan ke rumah-rumah warga.

Head of Technical Support PT Obi Sinar Timur, Amiruddin menjelaskan bahwa air baku terlebih dulu diproses untuk menghilangkan partikel lembut sebelum melalui proses desinfeksi agar memenuhi standar kualitas nan dipersyaratkan.

Kualitas air juga dipantau secara berkala mulai dari sumber air, selama proses pengolahan di WPP, hingga pada titik distribusi. Pengujian dilakukan oleh tim internal dan diverifikasi oleh laboratorium eksternal nan telah terakreditasi.

Perubahan nan dirasakan penduduk tidak hanya berasal dari tersedianya air bersih. Di Permukiman Baru Desa Kawasi, beragam akomodasi dasar juga telah dibangun seperti sekolah, Puskesmas Pembantu, rumah ibadah, instansi desa, area bisnis, jalan lingkungan, drainase, hingga tempat pengolahan sampah terpadu, dan jaringan listrik.

Pembangunan prasarana juga diperluas untuk meningkatkan konektivitas area salah satunya melalui pembangunan Dermaga Panji Baru nan membentang sepanjang 200 meter sehingga memungkinkan kapal-kapal besar untuk bersandar. Dengan demikian, mobilitas orang dan peralatan dari dan menuju wilayah utama Maluku Utara seperti Ternate, Labuha, dan Laiwui bisa jauh lebih mudah.

Bagi warga, perubahan nan dirasakan tidak hanya berupa perpindahan tempat tinggal, tetapi juga hadirnya jasa dasar dan prasarana nan mendukung aktivitas sehari-hari, mulai dari akses air bersih dan listrik hingga konektivitas antardaerah.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News