Banyak orang dewasa tetap bisa mengingat dengan jelas momen liburan berbareng family saat tetap kecil. Mulai dari perjalanan ke pantai, naik kereta berbareng orang tua, hingga menginap di rumah nenek, pengalaman tersebut sering kali menjadi kenangan nan terus dikenang hingga bertahun-tahun kemudian.
Temuan ini didukung oleh penelitian dari US Travel Association nan menunjukkan bahwa 62% orang dewasa menyebut liburan keluarga saat berumur 5–10 tahun sebagai kenangan masa mini nan paling berkesan. Bahkan, kenangan tersebut dinilai lebih membekas dibandingkan momen ulang tahun alias aktivitas di sekolah.
Kenapa Liburan di Usia 5–10 Tahun Lebih Berkesan?
Ada argumen ilmiah kenapa pengalaman pada usia tersebut lebih mudah diingat. Pada rentang usia 5–10 tahun, keahlian otak anak dalam membentuk memori episodik, ialah ingatan tentang pengalaman pribadi nan terjadi pada waktu dan tempat tertentu, berkembang semakin matang.
Di usia ini, anak mulai bisa memahami apa nan terjadi di sekitarnya, mengenali emosi nan dirasakan, serta menghubungkan pengalaman tersebut dengan orang-orang terdekat. Kombinasi antara pengalaman baru, emosi positif, dan kebersamaan dengan family membikin kenangan liburan lebih kuat tersimpan dalam ingatan jangka panjang.
Tak heran jika perjalanan sederhana berbareng orang tua dapat tetap dikenang hingga seseorang dewasa.
Bagaimana dengan Liburan Sebelum Usia 5 Tahun?
Meski banyak orang tidak mengingat secara jelas pengalaman sebelum usia 5 tahun, bukan berfaedah liburan di masa itu tidak memberikan manfaat.
Fenomena ini dikenal sebagai childhood amnesia alias amnesia masa kanak-kanak, ialah kondisi ketika seseorang susah mengingat peristiwa nan terjadi pada tiga hingga empat tahun pertama kehidupannya. Hal ini terjadi lantaran bagian otak nan berkedudukan dalam pembentukan memori jangka panjang, seperti hippocampus, tetap terus berkembang.
Namun, meski perincian peristiwanya terlupakan, emosi nan dirasakan anak tetap dapat memberikan akibat positif. Saat anak merasa aman, dicintai, dan menikmati waktu berbobot berbareng orang tua, pengalaman tersebut membantu membangun rasa percaya, kelekatan, serta menjadi fondasi kesehatan emosionalnya.
Bukan Soal Liburan Mewah
Menariknya, nan paling membekas bagi anak bukan selalu destinasi nan mahal alias perjalanan ke luar negeri. Justru, waktu nan dihabiskan berbareng keluarga, perhatian penuh dari orang tua, dan pengalaman baru nan dilakukan berbareng sering kali menjadi bagian nan paling diingat.
Bermain pasir di pantai, piknik di taman kota, berkemah, alias sekadar menjelajahi tempat baru berbareng family bisa menjadi kenangan berbobot jika dilakukan dengan penuh kebersamaan.
Jadi, jika Anda sedang merencanakan liburan berbareng si kecil, jangan terlalu cemas soal kemewahan destinasinya. nan paling krusial adalah menciptakan momen nan hangat, menyenangkan, dan penuh interaksi. Siapa tahu, perjalanan sederhana nan dilakukan hari ini bakal menjadi salah satu kenangan terindah nan terus diingat anak hingga dewasa.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·