
Ilustrasi.
JAKARTA – Pemerintah Pusat meminta seluruh pemangku kepentingan membangun komunikasi nan menjamin kepastian info bagi penduduk terdampak di area Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh, Safrizal ZA mengatakan, penduduk nan bergotong royong membuka kembali akses jalan dan jembatan di Tajuk Enang-Enang, setelah jalan nasional Bireuen–Takengon putus akibat banjir bandang dan longsor pada November 2025, merupakan modal sosial nan berharga.
“Namun info teknis perlu disampaikan demi keselamatan. Warga tidak boleh bekerja sendiri dalam kekosongan informasi,” kata Safrizal, Jumat (26/6/2026).
Pihaknya telah berkomunikasi dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR dan mendorong BPJN Aceh segera menyampaikan info resmi mengenai rencana pembangunan permanen Jembatan Enang-Enang nan diprogramkan pada 2027.
“Informasi itu mencakup tahapan kajian teknis, progres nan dapat dipantau, serta solusi jangka menengah nan sedang disiapkan,” ujarnya.
Menurutnya, info tidak cukup hanya melalui media, tetapi kudu disampaikan langsung kepada tokoh masyarakat dan penduduk terdampak. Pemkab Bener Meriah juga diminta mengambil peran lebih aktif sebagai jembatan komunikasi, mengingat kedekatan pemerintah kabupaten dengan masyarakat.
“Selama ini penduduk mencari info dari mulut ke mulut lantaran tidak ada saluran resmi. Ini nan kudu kita perbaiki bersama. Tidak ada pemulihan nan sukses tanpa kepercayaan dan komunikasi nan baik,” tegasnya.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·