Warek Unsoed Peras Calon Mahasiswa Kedokteran Rp 650 Juta, Malah Tak Lulus

Sedang Trending 16 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Rektor III Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Norman Arie Prayoga, diduga meminta duit Rp 650 juta kepada orang tua calon mahasiswa baru Fakultas Kedokteran pada Agustus 2026.

Permintaan duit suap itu disampaikan kepada dua perantara dari pihak swasta, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto. Uang akhirnya diberikan oleh orang tua, tetapi calon mahasiswa itu justru dinyatakan tidak lulus seleksi.

"Permintaan tersebut dipenuhi oleh orang tua calon mahasiswa baru. Namun demikian, setelah duit tersebut diberikan kepada Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, anaknya justru dinyatakan tidak lulus seleksi mahasiswa baru," kata Plh Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein dalam konvensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta (21/8/2026).

Taufik mengatakan, orang tua calon mahasiswa kemudian meminta duit Rp 650 juta tersebut dikembalikan. Namun, Dian dan Adhi disebut telah menggunakan duit itu untuk keperluan pribadi.

Keduanya lampau melaporkan persoalan tersebut kepada Norman. Selanjutnya, Norman diduga meminjam duit kepada salah satu pihak swasta untuk mengembalikan biaya kepada orang tua calon mahasiswa.

Untuk mengembalikan pinjaman tersebut, Norman melalui Dian, Adhi, dan Mulyono namalain Nono, pihak swasta sekaligus keponakan Rektor Unsoed Akhmad Sodiq, diduga menjanjikan pembayaran melalui pencairan tiga paket proyek di lingkungan Unsoed.

Tiga paket pekerjaan itu berupa pengadaan kanopi, pembaharuan kantin, dan pengecatan gedung. Seluruh pekerjaan telah diselesaikan oleh CV milik Mulyono. Pembayaran pekerjaan tersebut kemudian dialihkan kepada pihak swasta nan sebelumnya memberikan pinjaman.

"Paket pekerjaan itu telah selesai dikerjakan oleh CV milik Mulyono, nan selanjutnya untuk pencairan pembayarannya dialihkan ke pihak swasta dimaksud," kata Taufik.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita