Winda Lorenza Gowasa, mantan istri polisi berinisial Brigadir ISH, ditemukan tewas diduga bunuh diri di Medan. Ia disebut tewas bunuh diri menggunakan senjata api milik ISH.
Nama serupa rupanya juga pernah masuk dalam daftar saksi KPK dalam kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Winda pernah dipanggil pada sekitar April lalu.
Lantas apakah Winda nan tewas merupakan saksi KPK?
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah Winda Lorenza Gowasa nan meninggal di Medan merupakan orang nan sama dengan saksi nan pernah dijadwalkan diperiksa KPK sebelumnya.
“Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi mengenai dengan suap di Bea dan Cukai pada awal April interogator menjadwalkan pemeriksaan terhadap saudari WL, namun demikian dalam penjadwalan pemeriksaan tersebut nan berkepentingan tidak hadir,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (11/8).
“Sehingga untuk itu kita belum bisa memastikan secara persis apakah saksi nan dipanggil pada saat itu itu adalah orang nan sama dengan nan dimaksud,” sambungnya.
Budi mengatakan, KPK tetap terus menelusuri aset nan diduga berangkaian dengan perkara dugaan korupsi di Bea dan Cukai.
Penelusuran itu dilakukan seiring dengan pengembangan perkara nan tetap melangkah dan pemeriksaan sejumlah saksi.
“Dalam konteks pencarian dan penelusuran aset, interogator juga tetap terus melakukan upaya tersebut terlebih perkara Bea dan Cukai ini kami lakukan pengembangan, ada sprindik nan tetap melangkah dan pemeriksaan kepada sejumlah saksi juga tetap terus dilakukan oleh penyidik,” jelas Budi.
Sebelumnya, Winda ditemukan meninggal bumi di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan. Polrestabes Medan memastikan Winda meninggal lantaran bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya, ISH.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol, Jean Calvijn Simanjuntak, menyebut konklusi tersebut didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan Inafis, Laboratorium Forensik (Labfor), dan autopsi.
“Tim Inafis sudah melakukan tindakan pertama TKP dan olah TKP dengan hasil bahwa betul ada senjata api di dalam (kamar mandi) dan ada perlukaan di korban, dikuatkan dengan hasil Labfor,” kata Calvijn saat ditemui di Polrestabes Medan, Selasa (4/8).
Berdasarkan hasil autopsi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyebut hanya ditemukan satu luka tembak pada bagian kepala.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·