Wamendikdasmen Fajar Tekankan Orisinalitas Guru SMK Seni di Era AI

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Wamendikdasmen Fajar Tekankan Orisinalitas Guru SMK Seni di Era AI Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq.(Dok Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa pendidikan vokasi seni dan budaya kudu menjadi ruang tumbuhnya tradisi, imajinasi, dan orisinalitas di tengah pesatnya perkembangan kepintaran artifisial (artificial intelligence/AI).

Menurut Fajar, ketika teknologi bisa menghasilkan karya secara instan, pendidikan justru kudu melahirkan manusia nan mempunyai jiwa, kepekaan, integritas, dan kreativitas. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Gelar Karya Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK Bidang Seni dan Budaya di Yogyakarta nan diselenggarakan oleh BBPPMPV Seni dan Budaya Kemendikdasmen, Senin (27/7/2026).

Setibanya di lokasi, Fajar disambut pagelaran seni tradisi oleh para pelajar nan menurutnya menghadirkan pengalaman mempertemukan masa lampau dan masa depan. "Saya seperti dibawa ke dua alam, masa lampau dan masa depan. Tradisi bukan sesuatu nan usang. Tradisi adalah sumber khayalan nan melahirkan inovasi," ujarnya.

Orisinalitas di Tengah Disrupsi AI

Fajar menilai tantangan terbesar pendidikan vokasi seni saat ini adalah tetap relevan di tengah disrupsi teknologi. Meski AI dapat memproduksi karya dengan cepat, teknologi dianggap tidak dapat menggantikan pengalaman hidup, rasa, nilai, dan jiwa nan menjadi ruh sebuah karya seni.

"Di era AI, justru orisinalitas menjadi semakin bernilai. Karya AI mungkin tampak sempurna, tetapi tidak mempunyai jiwa. Pendidikan seni kudu melahirkan karya nan lahir dari hati, kejujuran, integritas, dan pengalaman manusia. AI adalah alat, tetapi mentor utamanya tetap manusia," tegas Fajar.

Ia menekankan pentingnya membangun keterhubungan antara tradisi, inovasi, dan industri kreatif. Mengutip pemikiran Gita Wirjawan dalam kitab What It Takes, Fajar menyebut megadiversitas budaya Indonesia adalah modal strategis untuk melahirkan penemuan dan memperkuat daya saing bangsa. Ia mencontohkan batik tulis nan nilainya terletak pada proses, ketekunan, dan filosofi manusia, bukan sekadar hasil akhir.

Transformasi Link, Match and Learn

Lebih lanjut, Fajar mendorong penguatan kemitraan antara SMK dan bumi kerja agar berkembang melampaui konsep konvensional. "Link and match saja tidak cukup. nan kita perlukan adalah link, match, and learn. Dunia terus berubah sehingga keahlian terpenting adalah terus belajar untuk melahirkan learning society," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BBPPMPV Bidang Seni dan Budaya, Masrukhan Budiyanto, melaporkan bahwa program ini diikuti oleh 177 pembimbing dari 149 SMK di seluruh Indonesia. Para peserta mengikuti training daring, pendampingan, hingga magang industri.

Gelar Karya ini memamerkan hasil pembelajaran dari 17 konsentrasi skill sebagai bukti peningkatan kompetensi pembimbing vokasi nan adaptif terhadap teknologi tanpa kehilangan identitas budaya bangsa.

Daftar Pendamping Kegiatan:

  • Kepala BBPPMPV Bidang Seni dan Budaya
  • Kepala BBPPMPV Bidang Bisnis dan Pariwisata (Bispar)
  • Kepala BBPPMPV Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI)
  • Kepala BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE)
  • Jajaran Kepala UPT Kemendikdasmen DIY
  • Perwakilan Disdikpora DIY (RO/I-2)
Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia