Karhutla Jambi Capai 300 Hektare, Gubernur Ajak Warga Salat Minta Hujan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Sejumlah petugas campuran berupaya memadamkan Karhutla di Jambi. Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Jambi Al Haris memberi perhatian unik mengenai kebakaran rimba dan lahan (karhutla) terutama di tengah cuaca panas dan kering nan melanda Provinsi Jambi. Ia membujuk para ulama, kiai, dan pemimpin masjid menggelar salat istisqa untuk memohon hujan segera turun.

Ajakan itu disampaikan Al Haris saat meninjau sekaligus membantu pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Persiapan Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (9/8).

Berdasarkan info BPBD Provinsi Jambi, luas karhutla sepanjang 1 Januari hingga 9 Agustus 2026 mencapai 300,12 hektare. Karhutla terluas tercatat di Kabupaten Sarolangun dengan 87,32 hektare.

Berikutnya, Tanjung Jabung Barat 58,10 hektare, Batanghari 50,03 hektare, Muaro Jambi 37,99 hektare, Tebo 30,76 hektare, Tanjung Jabung Timur 22,71 hektare, dan Merangin 3,25 hektare.

Gubernur Jambi sekaligus Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia Al Haris di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Selasa (7/10/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Di tengah kondisi tersebut, Al Haris meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan tidak ada lahan nan terbakar di wilayah masing-masing.

“Pastikan lahan-lahan di desa kita kondusif dari api. Saya minta tolong masyarakat desa di mana pun di Jambi ini, pastikan desanya tidak ada lahan nan terbakar,” ujar Al Haris dari siaran pers nan diterima.

Ia juga meminta desa nan mempunyai area gambut melakukan pemetaan dan meningkatkan kesiapsiagaan. Tim relawan desa diminta menjadi pihak nan pertama bergerak jika menemukan titik api.

“Petakan wilayah gambut. nan di desa-desanya ada gambutnya, minta betul tim relawan desa siaga duluan. Jangan sampai terjadi kebakaran rimba di desa masing-masing,” katanya.

Ajak Salat Istisqa

Selain meningkatkan kewaspadaan, Al Haris membujuk para ulama, kiai, dan pemimpin masjid melaksanakan salat istisqa alias salat meminta hujan.

Ajakan itu disampaikan lantaran kondisi Jambi semakin panas dan kering. Persediaan air mulai sulit, sementara debu juga mulai terlihat di sejumlah lokasi.

Sejumlah petugas campuran berupaya memadamkan Karhutla di Jambi. Foto: Dok. Istimewa

“Mohon pada para ulama, kiai, pemimpin masjid, mari kiranya kita sediakan waktu kita lenyap salat wajib untuk melakukan salat istisqa. Meminta kepada Allah agar hujan turun dengan sigap di bumi Jambi ini,” tuturnya.

Al Haris juga meminta masyarakat mendoakan personel nan tetap berjibaku menangani karhutla agar seluruh proses pemadaman melangkah lancar dan tidak menimbulkan korban.

“Mohon doakan kami, minta doanya agar kami, tim bekerja selamat, sukses, tidak ada korban, dan api bisa dipadamkan,” kata Al Haris.

Sehari setelah meninjau letak karhutla, Al Haris mengikuti rapat koordinasi penanganan peningkatan eskalasi karhutla berbareng Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kementerian Kehutanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup, Senin (10/8).

Dalam rapat tersebut, Al Haris melaporkan perkembangan karhutla di Kabupaten Muaro Jambi. Berdasarkan laporan nan disampaikan, lahan nan terbakar mencapai sekitar 50 hektare.

“Sudah kita laporkan, mudah-mudahan tidak bakal meluas lagi. Tim tetap terus bekerja sampai hari ini,” ujar Al Haris.

Menurut dia, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api nan terlihat, tetapi juga pendinginan dan pemantauan untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di area gambut.

“Kami bakal terus bekerja dan saling berkoordinasi untuk memadamkan api,” tegasnya.

Al Haris memastikan Satgas Karhutla Provinsi Jambi berbareng seluruh unsur mengenai terus berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

Ia juga meminta masyarakat ikut memantau potensi munculnya titik api di wilayah masing-masing.

“Masyarakat diminta terlibat dalam meminimalisir kejadian karhutla, lantaran mereka nan mengetahui kondisi di lapangan,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan