Jakarta -
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan pentingnya peran dai dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan. Hal itu disampaikan pada Seminar Internasional dan Upgrading Dai bertema 'Ketahanan Pangan di Beranda Negara: Strategi Membangun Kedaulatan dari Daerah Perbatasan'.
Dalam aktivitas nan digelar di Aula Kantor Bupati Sambas Kalimantan Barat ini, Wiyagus menilai Kabupaten Sambas sebagai wilayah strategis sekaligus beranda terdepan Indonesia. Menurutnya, kondisi sosial, ekonomi, dan ideologi masyarakat di wilayah tersebut mencerminkan kewibawaan bangsa di mata internasional.
"Kabupaten Sambas bukan sekadar titik geografis di peta Indonesia. Sambas adalah 'etalase kedaulatan'. Apa nan tampak di Sambas adalah cermin nan memberikan impresi kepada bumi tentang kewibawaan Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai penguatan area perbatasan tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga kudu mencakup ketangguhan ideologi, stabilitas sosial, serta kemandirian ekonomi masyarakat. Kerentanan akibat ketimpangan ekonomi, ketergantungan lintas batas, hingga tantangan ideologis perlu diantisipasi melalui pendekatan komprehensif.
"Kita tidak bisa membiarkan perbatasan kita menjadi ruang nan rentan terhadap pengaruh luar nan tidak sejalan dengan jati diri bangsa," terangnya.
Dalam konteks tersebut, Wiyagus menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, termasuk dai, dalam memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat.
"Peran dai di era modern ini kudu beralih bentuk secara multidimensional," tambahnya.
Ia menegaskan, dai tidak hanya berkedudukan sebagai komunikator keagamaan, tetapi juga pemasok pemberdayaan, penguat ketahanan sosial, dan penjaga nilai kebangsaan. Oleh lantaran itu, masyarakat perbatasan dinilai perlu mempunyai spiritualitas nan kuat sekaligus mentalitas unggul dalam mengelola potensi wilayahnya.
"Agama kudu datang sebagai solusi nyata atas persoalan kesejahteraan dan ideologi masyarakat," tegasnya.
Wiyagus pun berambisi forum tersebut bisa menghasilkan rekomendasi konkret nan dapat diimplementasikan, termasuk dalam penguatan ekonomi lokal, ketahanan ideologi, serta kedaulatan bangsa di wilayah perbatasan.
"Semoga seminar ini menghasilkan rekomendasi konkret nan dapat diimplementasikan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia, khususnya Kabupaten Sambas," pungkasnya.
Sebagai informasi, aktivitas nan digelar pada Selasa (7/4) kemarin ini turut dihadiri oleh Bupati Sambas Satono, Menteri Industri Makanan, Komoditi, dan Pembangunan Wilayah Sarawak Malaysia YB Dato Sri Dr. Stephen Rundi Anak Utom, Konsul Jenderal RI Kuching Abdullah Zulkifli, Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman, serta pembicara internasional dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand.
(ega/ega)
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·