Harga Minyak US$108/Barel, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Gak Naik!

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah memutuskan untuk tetap menjaga nilai Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak naik meskipun nilai minyak mentah bumi saat ini telah mencapai US$ 108 per barel.

Bahlil mengatakan, pihaknya terus berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa atas pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk memantau dinamika nilai minyak global. Bahlil menyebutkan, pemerintah memilih menambah anggaran subsidi demi menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.

"Tetapi pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga nilai minyak subsidi tidak ada kenaikan," katanya ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Penahanan nilai BBM bersubsidi tersebut mempunyai akibat pada penambahan alokasi anggaran subsidi energi. Meskipun menambah beban anggaran, perihal tersebut menjadi prioritas pemerintah dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat.

"Memang ini adalah sesuatu nan tidak ringan, ini sesuatu nan berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa memihak dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting," paparnya.

Dia menyebut, rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) periode Januari hingga September berada di kisaran US$ 85 sampai US$ 90 per barel. Meskipun pergerakan nilai minyak mentah bumi saat ini berada di nomor US$ 106 hingga US$ 108 per barel, kondisi kumulatif ICP tahunan dinilai tetap terkendali.

"Tapi sekarang rata-rata ICP, sekalipun sekarang sudah menjadi $106 sampai $108 per barel, tapi rata-rata ICP dari Januari sampai dengan bulan September sekarang itu kurang lebih di nomor sekitar US$ 85 sampai 90 (per barel). Jadi tetap overall tetap oke lah, ya," tandasnya.

Perlu diketahui, saat ini setidaknya ada dua jenis BBM nan tetap disubsidi pemerintah, ialah BBM Solar subsidi (Biosolar) dan bensin Pertalite (RON 90). Harga BBM Solar subsidi tetap dibanderol Rp 6.800 per liter dan Pertalite Rp 10.000 per liter. Harga BBM subsidi ini tidak naik sejak kenaikan terakhir di era Pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 3 September 2022.

Harga Minyak Indonesia

Asal tahu saja, Kementerian ESDM menetapkan nilai minyak mentah Indonesia alias Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$ 89,43 per barel pada Agustus 2026. Harga ini naik jika dibandingkan dengan ICP Juli nan hanya US$ 81,68 per barel.

Penetapan rata-rata ICP ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026.

Sejatinya, kenaikan nilai minyak ini terjadi di tengah meningkatnya akibat geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di jalur pengedaran minyak internasional. Pemerintah sekarang memantau perkembangan pasar menjelang realisasi nilai September, dengan konsentrasi pada ketahanan daya nasional dan akuntabilitas pengelolaan ICP.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan rata-rata ICP Agustus 2026 nan naik menjadi US$ 89,43 per barel akibat dinamika pasar dunia nan dipengaruhi oleh tingginya akibat geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial.

"Berbagai ketegangan di area Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan akomodasi kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia," kata Laode dalam siaran persnya, Jumat (11/9/2026).

Pemerintah menyebut kenaikan ICP berjalan sejalan dengan kenaikan nilai minyak mentah utama di pasar internasional selama Agustus 2026. Selain kekhawatiran terhadap gangguan jalur maritim, pengetatan hukuman politik-ekonomi dan kebuntuan diplomasi internasional disebut turut membatasi kesempatan penurunan nilai minyak dunia.

Kenaikan nilai minyak mentah pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 tercatat sebagai berikut:

  • ICP Indonesia: dari US$ 81,68 menjadi US$ 89,43 per barel, naik US$ 7,75.
  • Brent (ICE): dari US$ 83,97 menjadi US$ 88,08 per barel, naik US$ 4,10.
  • WTI (Nymex): dari US$ 79,22 menjadi US$ 82,45 per barel, naik US$ 3,23.
  • Dated Brent: dari US$ 83,41 menjadi US$ 90,84 per barel, naik US$ 7,43.

Memasuki September 2026, ICP diproyeksikan tetap berada pada level tinggi, ialah di kisaran US$ 83,00 hingga US$ 87,00 per barel. Proyeksi tersebut dikaitkan dengan hambatan pasokan di Selat Hormuz serta perkiraan penurunan persediaan minyak di Amerika Serikat.

Pemerintah menyatakan bakal terus memantau pergerakan nilai minyak mentah bumi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan daya nasional. Pemerintah juga menyatakan formula ICP tetap transparan dan mencerminkan dinamika pasar internasional agar akuntabel bagi finansial negara serta industri hulu migas.

Dengan tekanan pasar dunia nan tetap menjadi perhatian, perkembangan ICP September bakal mengikuti perubahan kondisi pasokan dan pasar internasional. Pemantauan nilai dan penggunaan formula ICP menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan daya serta akuntabilitas pengelolaan finansial negara dan industri hulu migas.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News