Wamendagri Tegur Keras Pengadaan Kursi Pijat Rp125 Juta Untuk Gubernur Kaltim

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Suasana pertemuan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto berbareng redaksi kumparan di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memberikan teguran keras sekaligus memantau unik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) buntut polemik pengadaan bangku pijat senilai Rp 125 juta untuk rumah dinas Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud.

​"Kaltim ini sedang kita dampingi secara unik lantaran banyak kejuaraan dan juga kami mencermati opini nan ada di publik begitu ya. Dan kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi," ungkap Bima Arya usai memimpin Upacara Puncak Hari Otonomi Daerah (Otda) XXX di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (27/4).

Menanggapi argumen pengadaan akomodasi mewah tersebut, dia pun menyinggung keras soal etika seorang kepala daerah. Menurut Bima, seorang pemimpin sejati semestinya lebih mengutamakan hasil kerja nyata untuk rakyat dibandingkan sekadar mencari kenyamanan pribadi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Foto: Dok: IG @h.rudymasud

​"Dan pemimpin itu kan kudu nan paling terakhir senang, nan paling terakhir lezat itu pemimpin. Pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas, pemimpin itu pada karya dan kinerja," tegasnya.

Oleh lantaran itu, pihak Kemendagri mendesak Gubernur Kaltim untuk segera mengkaji ulang anggaran berbobot dahsyat tersebut. Jika akomodasi itu terbukti tidak termasuk dalam skala prioritas dan tidak membawa faedah langsung bagi warga, Bima meminta agar pengadaannya dibatalkan.

​"Kami meminta Pak Gubernur untuk betul-betul mempertimbangkan kembali, mengkaji kembali ya. Semua kan bisa disesuaikan. Ya jika tidak prioritas ya batalkan saja, ya. Kalau tidak dirasakan oleh penduduk ya tidak usah dilanjutkan lagi," urainya.

Sebelumnya, pengadaan bangku pijat senilai Rp 125 juta di rumah dinas Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, nan dianggarkan dalam APBD memicu kritik keras dari publik dan mahasiswa pada April 2026.

Merespons polemik tersebut, Rudy sempat memberikan penjelasan bahwa akomodasi itu merupakan perihal nan wajar dan sangat dibutuhkan untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima, terutama sebagai sarana relaksasi setelah kelelahan menyetir mobil sendiri.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan