Jakarta -
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinkronisasi perencanaan pembangunan antara tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Ribka mewanti-wanti agar pertumbuhan ekonomi di Jatim tidak timpang antara provinsi dan daerah-daerah di bawahnya.
"Kalau di provinsi terjadi pertumbuhan dan kemudian juga kemajuan nan cukup pesat tetapi tidak diimbangi dengan kabupaten alias kota, ini juga sangat mengkhawatirkan," ujar Ribka dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Hal itu disampaikan dalam Musrembang RKPD Provinsi Jatim 2027 di Shangri-La Hotel, Surabaya, hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menekankan pentingnya peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah sesuai petunjuk UU Nomor 23 Tahun 2014, untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan merata di seluruh wilayah Jatim.
Ribka turut mengapresiasi kekompakan jejeran pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi di Jatim, serta capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nan terus meningkat. Namun dia berpesan agar peningkatan IPM itu bisa dirasakan merata hingga level kabupaten/kota demi mendukung Indonesia Emas 2045.
"Kalau kita bicara Indonesia Emas salah satu adalah gimana kita mau ada bingkisan demografi. Saya pikir Jawa Timur sudah. Tinggal kita bingkisan demografi untuk provinsi-provinsi lainnya kita tunggu," imbuhnya.
Sejalan dengan semboyan 'Jatim Gerbang Baru Nusantara', Ribka berambisi Jatim bisa menjadi motor perekonomian baru khususnya bagi wilayah Indonesia Timur. Untuk itu, perencanaan pembangunan perlu dimatangkan agar misi tersebut terlaksana dengan baik.
Meski begitu, Ribka menyoroti satu pekerjaan rumah nan tetap kudu diselesaikan Jatim.
"Untuk Jawa Timur perlu kita atensi hanya masalah nomor pengangguran. Sedangkan pertumbuhan ekonomi, kemudian IPM dan lain-lain semua sudah sangat-sangat baik, apalagi program nasional pun sudah diikuti secara baik," tandas Ribka.
(anl/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·