Wamendagri Bima Arya Dorong Analis Kebijakan Susun Kebijakan Berbasis Data

Sedang Trending 33 menit yang lalu
Wamendagri Bima Arya sorong Jabatan Fungsional Analis Kebijakan perkuat formulasi kebijakan berbasis info dan turun langsung ke lapangan, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong para pemangku Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) untuk memperkuat formulasi kebijakan berbasis info (evidence-based) nan berorientasi pada hasil dan akibat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bima saat membuka Lokakarya Penguatan Kapasitas JFAK dalam Advokasi Kebijakan untuk Akselerasi Layanan Dasar nan Inklusif di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dalam arahannya, Bima menegaskan bahwa kebijakan merupakan instrumen utama dalam menghadirkan perubahan. Namun, merumuskan kebijakan nan presisi memerlukan kajian nan matang dan logika perubahan nan kuat.

“Kebijakan adalah kunci dari perubahan. Sekali lagi, kebijakan adalah kunci dari perubahan. [Namun] tidak semua pemimpin nan terobsesi terhadap perubahan itu mempunyai keahlian untuk merumuskan kebijakan nan tepat,” ujar Bima.

Ia menyoroti pentingnya penerapan evidence-based policy secara objektif. Menurutnya, info kudu digunakan sejak awal untuk mendiagnosis akar masalah, bukan sekadar digunakan untuk membenarkan keputusan nan sudah ditentukan sebelumnya.

“Bicara evidence-based itu datanya muncul kapan? Jangan-jangan info itu digunakan untuk membenarkan posisi kebijakan nan sudah ditentukan,” tegasnya.

Guna menghasilkan rekomendasi kebijakan nan aplikatif, Bima menyarankan agar para analis kebijakan tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga aktif membuka diri dan memahami kondisi riil di masyarakat.

Wamendagri Bima Arya sorong Jabatan Fungsional Analis Kebijakan perkuat formulasi kebijakan berbasis info dan turun langsung ke lapangan, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

“Jadi, Bapak-Ibu, sebagai analis kebijakan, jika tidak gaul, jika tidak bisa menembus semua ekosistem, insyaallah tidak bakal merekomendasikan kebijakan didengar oleh atasan,” tutur Bima.

Analis kebijakan nan efektif, lanjutnya, adalah mereka nan mau berinteraksi langsung dengan beragam lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga pengemudi transportasi publik, serta memadukan temuan di lapangan dengan teori dan info terkini.

Di akhir penjelasannya, Bima juga mengingatkan pentingnya pemantauan dan pertimbangan (assessment and evaluation) setelah kebijakan dieksekusi. Ia berambisi para analis kebijakan dapat mendampingi seluruh tahapan, mulai dari perumusan hingga pengukuran akibat nyata bagi masyarakat.

“Selamat lokakarya, semoga Allah mudahkan. Semoga memberikan hasil faedah nan nyata bagi rakyat nan kita cintai, bagi kota, kabupaten Bapak-Ibu nan sangat Bapak-Ibu cintai,” tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan