Wall Street Menguat Didorong IPO SpaceX dan Potensi Damai AS-Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks saham Amerika Serikat (AS), Wall Street, menguat pada akhir pekan Jumat (12/6), lantaran angan berakhirnya perang di Iran memperpanjang penurunan nilai minyak sembari mengerek bursa saham, serta dorongan debut perdagangan SpaceX nan kuat.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (15/6), S&P 500 naik 0,5 persen, kemudian Nasdaq 100 naik 0,6 persen, dan Dow Jones Industrial Average juga naik 0,7 persen. Sementara Indeks Dunia MSCI naik 0,9 persen.

S&P 500 memperpanjang untung minggu ini, dengan perusahaan luar angkasa Elon Musk naik 19 persen setelah IPO memecahkan rekor.

Seorang pejabat senior manajemen memperkirakan kemungkinan 80-85 persen sebuah perjanjian tenteram bakal segera ditandatangani. Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan bisa ditandatangani selama akhir pekan alias Senin, menurut postingan reporter Axios pada X.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mencatat Nota Kesepahaman Islamabad tidak pernah lebih dekat. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan teks akhir nan disepakati dari kesepakatan tenteram telah tercapai dan negaranya bekerja sama dengan kedua belah pihak untuk menyelesaikan langkah selanjutnya.

Pasar saham AS sempat jatuh setelah Trump mengeluh tentang Iran nan membocorkan ketentuan kesepakatan.

instagram embed

Di sisi lain, ketika tindakan jual minyak semakin dalam, kekhawatiran atas tekanan inflasi mereda, dengan para pedagang mendorong taruhan mereka untuk kenaikan suku kembang The Fed ke tahun depan.

Data Jumat menunjukkan sentimen konsumen AS meningkat pada awal Juni untuk pertama kalinya dalam empat bulan lantaran nilai bensin nan lebih rendah memberikan sedikit kelegaan bagi orang AS.

Konsumen mengharapkan nilai naik pada tingkat tahunan 4,6 persen selama tahun depan, turun dari 4,8 persen pada Mei. Mereka juga memandang biaya meningkat pada tingkat tahunan 3,4 persen selama lima hingga 10 tahun ke depan, menghapus lonjakan bulan sebelumnya.

"Sesuai dengan pelonggaran nilai minyak dan gas baru-baru ini, kemunduran dalam ekspektasi inflasi jangka pendek dan jangka panjang konsumen menawarkan beberapa kelegaan dari perspektif pandang kebijakan moneter," kata analis BMO Capital Markets Vail Hartman.

Pejabat The Fed diharapkan dapat mempertahankan suku kembang stabil pada pertemuan kebijakan 16-17 Juni mereka, nan bakal menjadi nan pertama di mana ketua baru bank sentral, Kevin Warsh, memimpin.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan