Wall Street Ditutup Melemah Usai Keputusan The Fed Tahan Suku Bunga

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Wall Street. Foto: Shutterstock

Indeks saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup lebih rendah pada Rabu (17/6), lantaran imbal hasil obligasi jangka pendek naik setelah bank sentral AS Federal Reserve memutuskan menahan suku kembang pada level 3,50-3,75%.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (18/6), S&P 500 turun 1,2 persen pada pukul 4 sore waktu New York. Nasdaq 100 jatuh 1 persen dan Dow Jones Industrial Average juga turun 1 persen.

Ketua The Fed nan baru, Kevin Warsh, mengatakan stabilitas nilai bakal menjadi prinsip pedoman The Fed dan pasar duit sepenuhnya dihargai dalam kenaikan suku kembang pada Oktober mendatang.

Pembuat kebijakan The Fed membiarkan suku kembang tidak berubah dan terbagi mengenai apakah mereka mengharapkan untuk meningkatkan suku kembang tahun ini.

Proyeksi baru mereka mengindikasikan sembilan pejabat memperkirakan setidaknya satu kenaikan, dengan enam mengantisipasi setidaknya dua. Sembilan lainnya diperkirakan tidak ada pergerakan alias pemotongan. Sementara Warsh menolak untuk mengirimkan perkiraan.

Federal Reserve. Foto: Shutterstock

Ini menjadi keempat kalinya berturut-turut para pejabat mempertahankan suku kembang lantaran terus mengalihkan kekhawatiran mereka dari pasar tenaga kerja ke inflasi. Mereka mencirikan pertumbuhan sebagai padat, sementara pertumbuhan produktivitas dan investasi modal digambarkan kuat. Warsh mengesampingkan pemeriksaan ulang sasaran inflasi 2 persen.

"Pergeseran hawkish Fed baru-baru ini bukan hanya tentang nilai daya nan lebih tinggi. Terlepas dari penurunan minyak baru-baru ini, separuh dari personil FOMC mengharapkan kenaikan suku kembang segera tahun ini, mencerminkan pasar tenaga kerja nan kuat dan info inflasi,” ujar analis Goldman Sachs Asset Management, Kay Haigh.

Sementara itu, tampaknya ada bias nan berkembang terhadap kenaikan dari personil majelis The Fed, tekanan inflasi kemungkinan bakal turun dalam beberapa bulan mendatang lantaran aliran minyak keluar dari Timur Tengah membaik.

“Kami terus berpikir The Fed bakal menunda tahun ini, dengan de-eskalasi ketegangan baru-baru ini di Timur Tengah dan penurunan nilai minyak nan membantu melunakkan akibat inflasi. Namun, standar untuk kenaikan suku kembang terlihat lebih rendah setelah pertemuan hari ini,” kata analis Edward Jones, James McCann.

Warsh juga menunjuk gugus tugas untuk memeriksa neraca bank sentral senilai USD 6,7 triliun, langkah pertama dalam menangani masalah kebijakan nan telah lama dia kritik. Kelompok nan bekerja meninjau neraca bakal menganalisis apakah kebijakan moneter berasal dari perangkat suku kembang alias perangkat neraca.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan