Walkot Cilegon Harap Musrenbang Hasilkan Program Nyata untuk Masyarakat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Wali Kota Cilegon Robinsar menegaskan pentingnya penyelarasan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan wilayah dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Hal tersebut disampaikannya saat membuka aktivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 Kota Cilegon nan berjalan di Aula Diskominfo Kota Cilegon, Rabu (15/4/2026).

Robinsar menjelaskan bahwa Musrenbang menjadi forum strategis untuk menampung dan menyerap aspirasi dari beragam tingkatan mulai dari kelurahan, kecamatan hingga DPRD. Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi nan dihimpun kudu dapat diterjemahkan menjadi program nan betul-betul sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Musrenbang ini menjadi wadah untuk menampung beragam aspirasi dari perangkat wilayah mulai dari kelurahan hingga DPRD nan kemudian kudu bisa melahirkan program-program nan betul-betul menyentuh kebutuhan masyarakat," kata Robinsar dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Robinsar menegaskan perencanaan pembangunan tidak hanya sebatas menghasilkan program nan banyak, namun kudu realistis dan disesuaikan dengan keahlian finansial daerah.

"Sebagus apa pun rencana pembangunan kita, jika tidak didukung dengan anggaran nan memadai maka program nan direncanakan tidak dapat terealisasi secara optimal," tegasnya.

Robinsar menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan. Ia mendorong seluruh jejeran termasuk camat dan lurah untuk lebih aktif menggali potensi pendapatan di wilayahnya masing-masing.

"Optimalisasi sumber pendapatan bisa kita lakukan melalui beragam sektor salah satunya ialah dari BUMD kita seperti PDAM, BPRS, dan PCM. Selain itu, pendataan wajib pajak baru juga perlu ditingkatkan untuk memperluas pedoman pendapatan. Intinya kita kudu lebih imajinatif mencari sumber pendapatan baru, lantaran itu menjadi bahan bakar pembangunan," katanya.

Di akhir sambutannya, Robinsar membujuk seluruh pihak untuk memperkuat kerjasama dalam mendukung pembangunan daerah.

"Saya membujuk seluruh pihak, baik internal pemerintah maupun sektor industri, untuk memperkuat kerjasama agar pembangunan di Kota Cilegon dapat memberikan akibat positif dan berkepanjangan bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin, menegaskan bahwa forum Musrenbang tidak boleh dimaknai sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, Musrenbang merupakan ruang strategis untuk memastikan perencanaan pembangunan betul-betul berpihak kepada masyarakat.

"Musrenbang ini tidak boleh dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan semata. Forum ini adalah ruang strategis untuk memastikan bahwa perencanaan pembangunan betul-betul berpihak kepada masyarakat, bukan sekadar memenuhi kelengkapan arsip perencanaan," ujarnya.

Selain itu, Sokhidin juga menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan Musrenbang RKPD Kota Cilegon Tahun 2027 terdapat 433 usulan pokok-pokok pikiran DPRD nan telah diinput dalam sistem SIPD.

"Jumlah usulan pokok-pokok pikiran DPRD nan masuk dalam SIPD untuk RKPD Tahun 2027 mencapai 433 usulan dan tersebar pada tujuh OPD teknis ialah Disporapar, DLH, DKPP, DPUPR, Disperkim, Dishub, dan Dindikbud," jelasnya.

Ia berambisi pokir DPRD dapat disinergikan secara proporsional dan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

"Kami berambisi pokok-pokok pikiran DPRD ini dapat disinergikan secara proporsional dan menjadi prioritas, dengan tetap menyesuaikan kapabilitas riil APBD, sehingga bisa mendorong pembangunan nan kolaboratif, aspiratif, dan inklusif untuk Kota Cilegon," pungkasnya.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News