Ilustrasi(Magnific)
SEORANG wali kota di wilayah selatan Meksiko tewas ditembak golongan bersenjata. Wilayah tempat kejadian itu terjadi diketahui merupakan area bentrok tempat kartel-kartel narkoba saling berkompetisi untuk memperebutkan kendali atas rute penyelundupan.
Pihak kejaksaan di negara bagian Oaxaca mengonfirmasi korban tewas adalah Joel Bravo, Wali Kota San Miguel Amatitlan, sebuah kota mini nan dihuni nyaris 7.000 penduduk. Pihak berkuasa menyatakan Bravo meninggal bumi akibat serangan bersenjata tersebut, namun belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi kejadian.
Pembunuhan biadab ini langsung menuai kecaman keras dari pemerintah setempat. Gubernur negara bagian Oaxaca, Salomon Jara, menegaskan komitmennya untuk melawan aksi-aksi kekerasan nan menakut-nakuti ketertiban umum.
"Di Oaxaca, kami tidak bakal membiarkan kekerasan menang atas norma alias atas kehendak organisasi kami," ujar Gubernur Salomon Jara dalam sebuah unggahan di media sosial X, saat mengutuk pembunuhan tersebut.
Sebagai langkah respons cepat, pihak kejaksaan menyatakan kehadiran abdi negara kepolisian di wilayah tersebut telah ditingkatkan. Selain itu, sebuah tim taktis juga telah diterjunkan dengan bekerja sama berbareng pasukan federal. Langkah ini diambil guna melacak dan memburu para pelaku penyerangan.
Negara bagian Oaxaca, nan berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik, memang menjadi wilayah nan rawan konflik. Dua kartel narkoba raksasa dan paling ditakuti di Meksiko, ialah Kartel Jalisco Nueva Generacion dan Kartel Sinaloa, dilaporkan sama-sama aktif beraksi di wilayah ini.
Kasus pembunuhan pejabat publik bukanlah perihal baru di Meksiko. Kejahatan nan menimpa Joel Bravo ini menambah panjang daftar kelam kekerasan terhadap kepala daerah. Tercatat sudah nyaris 100 wali kota nan tewas dibunuh di Meksiko sejak tahun 2006, tepat ketika gelombang kekerasan mengenai kartel narkoba mulai meledak secara masif di negara tersebut. (AFP/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·