Otoritas Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand/TAT) memaparkan pembaruan sektor pariwisata Thailand dalam arena Thailand Travel Mart Plus (TTM+) 2026 nan berjalan pada 10–12 Juni 2026 di NICE Pattaya Convention and Exhibition Center.
Dalam kesempatan tersebut, TAT memperkenalkan program pariwisata baru Thailand nan berfokus pada pertumbuhan berbobot melalui wisata kebugaran (wellness), perjalanan nan lebih bermakna, keberlanjutan, serta penguatan kemitraan internasional.
Maka itu, tahun ini mengangkat tema "Healing is the New Luxury". Menurut Pattaraanong Na Chiangmai, Deputy Governor untuk International Marketing (Asia and South Pacific) TAT, menjelaskan kepada kumparan saat sesi wawancara khusus, bahwa tema tersebut menggambarkan kekayaan pariwisata Thailand nan membawa kemewahan dalam sebuah pengalaman wisata tanpa kudu bayar mahal.
"Luxury dalam kampanye ini bukan berfaedah 'uang' alias sesuatu nan 'mahal', di sini nan dimaksud adalah 'well-being'. Well di sini Anda mengerti bahwa Thailand mempunyai banyak ragam destinasi; ragam makanan dan produk baru lainnya. Jadi ketika Anda berekreasi ke Thailand Anda merasakan relax, Anda mendapatkan banyak pengalaman. Jadi kami konsentrasi pada saat ketika Anda wisata ke Thailand Anda merasakan lebih baik," ujarnya kepada kumparan, Kamis (11/6).
Lebih lanjut dalam program kali ini, strategi tersebut menyasar visitor jarak jauh nan mencari pengalaman transformasi diri dan investasi untuk kesehatan, visitor jarak dekat nan menginginkan liburan singkat dengan akses mudah ke kuliner, hiburan, dan relaksasi, serta visitor domestik melalui kampanye Amazing Thailand x LISA “Feel All the Feelings.
Thapanee Kiatphaibool, Governor TAT mengungkapkan, "Melalui terselenggaranya TTM+ setiap tahunnya, selalu menjadi platform krusial bagi industri pariwisata Thailand. Tahun ini, arena tersebut mempertemukan 969 mitra dari beragam negara untuk berdiskusi, berganti ide, dan bersama-sama membentuk masa depan pariwisata. Kami mengundang seluruh peserta untuk menjelajahi Thailand melalui kekayaan budaya, pengalaman nan unik, serta keramahan masyarakat kami."
Di TTM+ 2026, arah pengembangan tersebut diwujudkan melalui area pameran bertema Nature Care dan Self Care nan menampilkan kekayaan area Timur Thailand, mulai dari pantai, produk wellness dan spa, kearifan lokal, jasa bersertifikasi TAT, hingga beragam prototipe produk seperti lulur tubuh Pattaya Delight Journey dan lokakarya pembuatan suvenir dari sea glass.
Nithee Seeprae, Deputy Governor for Marketing Communications, TAT, mengatakan dalam sambutannya, "TTM+ 2026 menunjukkan kesiapan Thailand dalam menghadirkan pariwisata berbobot tinggi melalui pengalaman wellness, wisata berbasis alam, serta perjalanan nan kaya bakal budaya dan mempererat hubungan visitor dengan organisasi lokal."
"TAT tetap berkomitmen menyelenggarakan TTM+ 2026 dengan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama. Berbagai upaya dilakukan untuk memantau jejak karbon aktivitas dan mengurangi akibat lingkungan. Booth pameran dirancang agar dapat digunakan kembali, sementara sebagian material disalurkan kepada organisasi nan memerlukan di Chonburi agar tetap memberikan faedah setelah aktivitas berakhir."
kumparan menjadi salah satu dari dua media asal Indonesia nan datang di pameran nan dihadiri oleh 430 buyers dari puluhan negara tersebut, turut merasakan pengalaman wisata wellness nan digadang-gadang pemerintah Thailand.
Hal ini kami rasakan saat mengunjungi beragam area dengan tema berbeda-beda. Mulai dari memandang instalasi seni berupa patung penyu laut raksasa berjulukan “Tanu the Sea Turtle” yang dibuat dari material daur ulang. Karya tersebut terinspirasi oleh beragam inisiatif lingkungan nan diprakarsai oleh nan Mulia Ratu Sirikit, The Queen Mother, termasuk proyek “Forest Loves Water” dan program konservasi penyu laut di Ko Mun Nai.
Kemudian, kami mengikuti workshop pembuatan perhiasan dari bahan daur ulang berupa pecahan gelas di laut nan kemudian menjadi peralatan berbobot guna baru. Kami juga merasakan sensasi sound healing dengan lantunan musik menenangkan sembari menutup mata dan menghirup essential oil nan harum.
Pada 2024, ekonomi wellness Thailand mencapai nilai 42,7 miliar dolar AS, didukung oleh kearifan lokal Thailand, terapi alami, jasa medis berstandar tinggi, pengobatan herbal, program mindfulness retreat, layanan IVF, perawatan estetika, hingga jasa kesehatan preventif. Tak heran, jika pengalaman pijat tradisional Thailand nan telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
Tak hanya itu, di pameran upaya ini visitor juga dapat merasakan beragam makanan unik unik dari masing-masing provinsi di Thailand. Makanan tersebut juga mewakili setiap kebudayaan kuliner nan juga menjadi penggerak kuat dalam sektor wisata Thailand.
Hal ini didukung oleh reputasi Bangkok sebagai salah satu destinasi kuliner dunia, status Songkhla sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy, ekspansi cakupan Michelin Guide, serta pengembangan jalur wisata kuliner di beragam provinsi.
Thailand sekarang juga mengembangkan wisata kuliner nan Muslim firendly. Di Negara Tom Yum ini visitor sekarang sudah dapat menemukan ragam pilihan makanan bersertifikat halal. Sementara itu, beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan (mal) di Thailand juga telah dilengkapi akomodasi musala hingga halal dining. Penambahan akomodasi ramah Muslim ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisatawan, khususnya penduduk Indonesia.
Pada pembukaan aktivitas TTM+ 2026 juga diungkapkan bahwa Thailand telah menerima lebih dari 14 juta visitor mancanegara dengan pendapatan sekitar 679 miliar baht.
TAT turut mendorong strategi pariwisata berbasis kualitas untuk meningkatkan kepercayaan visitor sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata. Pada 2026, Thailand menargetkan pendapatan pariwisata sekitar 2,65 triliun baht dan kehadiran sekitar 33 juta visitor internasional.
TAT juga menggalang kampanye Travel with Care untuk mendukung praktik pariwisata nan bertanggung jawab bagi generasi visitor baru. Berbagai inisiatif seperti Thailand Tourism Awards, sistem penilaian STGs STAR Rating System, platform CF Hotels, dan program Trusted Thailand dikembangkan untuk memperkuat aspek keberlanjutan, transparansi, keamanan, serta kualitas layanan.
Pengembangan destinasi berkepanjangan Thailand juga terus berkembang. Saat ini terdapat 19 destinasi nan telah mendapatkan pengakuan dari Green Destinations Foundation. Salah satunya adalah proyek percontohan Krabi nan mengedepankan konsep pariwisata regeneratif melalui konservasi lingkungan, partisipasi masyarakat, dan perjalanan berakibat rendah.
Berbagai aktivitas dan pagelaran juga tetap menjadi penggerak utama pariwisata sepanjang tahun. Beberapa agenda nan dijagokan antara lain InterPride 2026, Global Wellness Summit di Phuket, Pertemuan Tahunan IMF–World Bank Group 2026, Pride Show Bangkok 2026, Tomorrowland, Wonderfruit, Amazing Thailand Marathon Bangkok 2026, HYROX, Spartan Race Thailand, Vijit Chao Phraya 2026, Festival Phi Ta Khon, Festival Lilin Ubon Ratchathani, serta Illuminated Boat Procession.
Secara keseluruhan, pembaruan pariwisata Thailand nan disampaikan dalam TTM+ 2026 menegaskan posisi Thailand sebagai destinasi nan mengutamakan kualitas, berfokus pada wellness, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta siap menyambut visitor internasional.
9 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·