
Kebakaran Hutan dan Lahan/ist
JAKARTA – Kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia semakin meluas. Karhutla juga menyebabkan empat petugas meninggal saat memadamkan kebakaran rimba di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti pentingnya tanggung jawab lintas sektor dalam penanganan karhutla, mulai dari pencegahan, pengawasan lahan, hingga penegakan norma terhadap pihak nan terbukti melakukan pelanggaran.
Pengkampanye Hutan dan Kebun Walhi, Umi Ma'rufah, mengatakan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi.
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, abdi negara penegak hukum, dan perusahaan pemegang konsesi perlu menjalankan tanggungjawab masing-masing untuk mencegah kebakaran dan menindak pelanggaran,” kata Umi, Minggu (18/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto kata dia perlu memastikan kementerian dan lembaga bekerja secara terpadu, menindaklanjuti laporan secara serius, serta menetapkan sasaran pencegahan nan terukur.
Menurut Umi, pengawasan terhadap lahan nan rawan terbakar perlu diperkuat, terutama pada area perkebunan dan konsesi perusahaan.
Pemerintah perlu memastikan pemegang izin menjalankan tanggungjawab pencegahan kebakaran, termasuk menyiapkan sarana dan prasarana pemadaman.
"Pengawasan semestinya dilakukan secara berkala, terutama terhadap konsesi nan mempunyai tingkat kerawanan tinggi alias riwayat kebakaran,"pungkasnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·