i: Foto udara sawah nan terdampak kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 2.592 hektare lahan pertanian mengalami kekeringan sepanjang musim tandus tahun ini dan be(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/YU)
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menilai kekeringan nan melanda beragam wilayah tidak hanya dipicu oleh kejadian suasana seperti El Nino, tetapi juga diperparah oleh kerusakan lingkungan akibat alih kegunaan lahan dan berkurangnya tutupan hutan.
Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial Eksekutif Nasional WALHI Musdhalifah mengatakan, akibat El Nino nan memicu kekeringan berkepanjangan tidak bisa dilepaskan dari tata kelola lingkungan nan dinilai mengabaikan kegunaan ekologis kawasan-kawasan penting.
"Situasi El Nino hari ini alias kekeringan berkepanjangan tentu tidak terlepas dari gimana salah urus negara dalam memandang area ekosistem krusial sebagai penyangga kehidupan nan mempunyai kegunaan ekologis," ujar Musdhalifa kepada Media Indonesia, Selasa (4/8).
Menurutnya, berkurangnya tutupan hutan, rusaknya wilayah resapan air, serta pengelolaan lahan nan tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan membikin akibat musim kering semakin parah.
WALHI mencatat Indonesia tetap mempunyai sekitar 103 juta hektare tutupan rimba nan mencakup beragam ekosistem penting, seperti rimba rawa gambut, mangrove, pegunungan, dan area karst. Namun, sekitar 26,5 juta hektare area berhutan berada di dalam wilayah izin industri ekstraktif dan proyek transisi energi.
Dari luasan tersebut, sekitar 21,1 juta hektare berada di bawah izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), 4,7 juta hektare berada di wilayah izin upaya pertambangan, serta sekitar 700 ribu hektare berada di bawah kewenangan guna upaya perkebunan monokultur.
"Alih kegunaan lahan itu berkontribusi pada kerusakan ekosistem nan memperbesar akibat ketika El Niño terjadi. Ini membuktikan bahwa paradigma nan menempatkan ekosistem krusial sebagai objek pemanfaatan turut berkontribusi pada situasi nan kita hadapi hari ini," katanya. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·