Jakarta - Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi penyelenggaraan Festival Rujak Uleg 2026. Ia menilai arena tahunan ini tak hanya berjalan meriah, tetapi juga bisa membentuk ekosistem baru nan menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Digelar di Surabaya Expo Center (SUBEC) pada Sabtu (10/5), pagelaran ini dipadati sekitar 12.000 pengunjung. Perputaran ekonomi dalam aktivitas tersebut pun diklaim mencapai Rp 1,2 miliar.
Laila mengungkapkan Festival Rujak Uleg telah berkembang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan Kota Surabaya. Sejak 2023, aktivitas ini masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI dan terpilih sebagai salah satu dari 125 event terbaik nasional.
Menurutnya, keberhasilan pagelaran tidak boleh hanya diukur dari kemeriahan dan banyaknya jumlah pengunjung. Lebih dari itu, aktivitas ini kudu memberi nilai tambah bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan ekonomi penduduk secara berkelanjutan.
"Festival seperti Rujak Uleg dan even dengan menghadirkan ribuan visitor sangat dinantikan. Selain wisata, nan utama adalah gimana menggerakkan ekonomi kerakyatan melangkah berkelanjutan," kata Laila dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Politisi PKB ini menyebut sektor pariwisata mempunyai pengaruh berantai terhadap perekonomian. Ia menilai kehadiran ribuan visitor mendorong konsumsi makanan dan minuman, meningkatkan okupansi hotel, hingga mendongkrak penjualan pelaku UMKM.
Bahkan, lanjut Laila, visitor dari luar kota turut memberi akibat positif bagi sektor perhotelan dan upaya jasa lainnya di Surabaya.
Bangun Ekosistem Ekonomi Baru
Laila mengungkapkan Festival Rujak Uleg kudu menjadi bagian dari upaya berbareng untuk membangun ekosistem baru nan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Ia menyebut langkah Pemkot Surabaya nan melibatkan pelaku UMKM dalam pagelaran sudah tepat lantaran memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk merasakan faedah ekonomi.
"Dengan kata lain, kudu terbangun ekosistem baru dalam memacu ekonomi kerakyatan. Tidak hanya kalangan tertentu nan mendapat berkah dari even itu. Semua mendapat impact ekonomi," ujarnya.
Ia pun mendorong agar Pemkot memperluas festival-festival serupa secara rutin. Menurutnya, banyak kuliner unik Surabaya nan mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda wisata unggulan, seperti lontong balap.
"Untuk itu kami mendorong pagelaran turunan nan teragendakan rutin. Festival nan berakibat pada ekonomi penduduk kudu diperluas," imbau Laila.
Kenalkan Kuliner Khas ke Generasi Muda
Laila menambahkan, Dinas Pariwisata Surabaya perlu menempatkan makanan otentik sebagai bagian dari potensi lokasi wisata kota. Ia menilai generasi muda, khususnya Gen Z, belum tentu berkawan dengan kuliner unik daerahnya sendiri.
Laila menyampaikan Festival Rujak Uleg menjadi sarana efektif untuk mengenalkan budaya lokal melalui pendekatan nan lebih kekinian dan menarik bagi anak muda.
Tak hanya itu, beragam komponen masyarakat ikut ambil bagian dalam pagelaran tersebut. Mereka membawa ulekan komplit dengan ramuan dan menampilkan kreasi rujak terbaik, dinilai dari rasa, tampilan, kekompakan, hingga inovasi.
Laila berambisi dalam setiap agenda tahunannya, Pemkot Surabaya dapat terus memberi ruang bagi pelaku UMKM dan menghadirkan faedah nyata bagi perekonomian masyarakat.
(anl/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·