Waka DPRD DKI Minta Penyesuaian Tarif Transjabodetabek Tetap Terjangkau

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani menanggapi soal rencana kenaikan tarif jasa Transjabodetabek. Dia meminta rencana penyesuaian tarif itu dilakukan secara hati-hati, artinya kudu mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat.

"Setiap rencana penyesuaian tarif transportasi publik kudu dilakukan secara sangat hati-hati dan berbasis kajian nan komprehensif. Saat ini masyarakat tetap menghadapi beragam tekanan biaya hidup, sehingga aspek keterjangkauan kudu menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan tarif," kata Rany kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menilai Transjabodetabek mempunyai peran strategis sebagai moda transportasi nan menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga. Transjabodetabek juga menjadi jagoan para pekerja di Jakarta nan berasal dari Bekasi, Bogor, hingga Tangerang.

"Karena itu, sebelum memutuskan kenaikan tarif, Pemprov DKI perlu memastikan bahwa kualitas layanan, kenyamanan, ketepatan waktu, serta integrasi antarmoda betul-betul semakin baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.

Rany memahami kebutuhan Pemprov DKI untuk menjaga keberlanjutan jasa dan menyesuaikan biaya operasional pada beberapa rute Transjabodetabek dengan jarak tempuh nan panjang.

"Namun kebijakan tersebut jangan sampai mengurangi minat masyarakat menggunakan transportasi umum alias justru mendorong mereka kembali menggunakan kendaraan pribadi," ucapnya.

Dia mendorong Pemprov DKI bersinergi dengan pemerintah wilayah di Jabodetabek untuk mengembangkan jasa Transjabodetabek, baik dalam skema pembiayaan hingga integrasi transportasi. Menurutnya, dengan kerjasama nan kuat, beban pembiayaan tak hanya ditanggung satu pihak sehingga masyarakat dapat menikmati jasa transportasi publik nan terjangkau.

"Pada prinsipnya, saya mendorong agar keputusan apa pun nan diambil nantinya tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama, menjaga keterjangkauan tarif, serta mendukung sasaran peningkatan penggunaan transportasi publik di area Jabodetabek," ujarnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI memang berencana menyesuaikan tarif jasa Transjabodetabek menyusul pengoperasian sejumlah rute baru nan menghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga, termasuk rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.

Pemprov DKI menilai tarif Rp 3.500 nan saat ini bertindak tidak lagi relevan untuk sejumlah rute antarkota dengan jarak tempuh nan lebih panjang. Meski begitu, pemerintah memastikan penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat sekaligus keberlanjutan jasa transportasi publik.

(fas/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News