Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor Keliling Sambut Malam Tahun Baru Islam

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Ribuan Warga Ikuti Pawai Obor Keliling Sambut Malam Tahun Baru Islam Ribuan penduduk dan santri menyambut seremoni tahun baru Islam 1448 Hijriah dengan menggelar pawai obor dan melangkah kaki melalui jalan protokol dengan tujuan mempererat persaudaraan dan menjaga toleransi.(MI/KRISTIADI)

MENYAMBUT seremoni tahun baru Islam 1448 Hijriah, penduduk dan santri di beragam wilayah termasuk di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, menggelar pawai obor dengan melangkah kaki sejauh 5 kilometer, Senin (15/6) malam. Ribuan penduduk dan santri melantunkan salawat dan takbir sepanjang jalan protokol diiringi bedug, bedil lodong serta kembang api.

Ribuan penduduk dan santri semarak sambut seremoni tahun baru Islam 1448 Hijriah pada tahun 2026 mereka melakukan jalan kaki dan sebelumnya semua dipersiapkan mulai bambu, sumbu kain, spanduk, bahan bakar minyak jenis minyak tanah, gasolin, bedug, sonystem, spanduk dan nan lain.  Peserta diikutsertakan mulai TK, PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, mahasiswa dan orangtua.

Ketua RW 13 Kampung Ciranjang, Ajat Sumedi mengatakan, seremoni tahun baru Islam 1448 Hijriah nan dilakukan warga, santri lebih semarak dibandingkan tahun lampau dan aktivitas nan dilakukan tidak lain melakukan pawai obor, jalan kaki sejauh 5 kilometer dan berasosiasi dengan beberapa kampung termasuk santri.

"Warga antusias memperingati seremoni tahun baru Islam 1448 Hijriah dilakukan malam hari dan sejumlah kampung tumpah memadati ruas jalan protokol dan mereka berasal dari Kampung Ciranjang, Cicurug, Cikalang, Bebedahan, Babakan Nyantong, Petir, Tanuwijaya, Benda Alfalah, Sindanggalih, Benda Alfalah, Pabrik Es, Indihiang serta wilayah lainnya," ujar, Ajat, Selasa (16/6/2026).

Sementara itu, Pondok Pesantren Sabillul Huda, Kecamatan Cikalang, Ust Ujang mengatakan, seremoni tahun baru Islam nan dilakukan malam hari meski cuaca mendukung dan mereka semangat untuk melantunkan solawat nabi Muhamad SWT dan takbir. Kegembiraan dirasakan santri dan masyarakat melangkah kaki sejauh 5 kilometer, dan mereka tidak capek malah dari mereka semangat berjalan.

"Kami bangga adanya aktivitas pawai obor dikolaborasikan dengan tagonian, bedug, kembang api dan beberapa orang melakukan atraksi menyeburkan bahan bakar minyak dan tindakan nan dilakukan para santri menjadi tontonan peserta pawai termasuk para pengendara nan melintas," ujarnya.

Sementara, Ketua Majalis Utama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, KH Amunudin Bustomi mengatakan, menyambut tahun baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah nan dilakukan di Kota Tasikmalaya menjadi momentum krusial untuk menyemarakkan syiar Islam hingga memperkuat ukhuwah Islamiyah. Namun, aktivitas tersebut juga untuk mempererat persaudaraan lintas generasi hingga menjadi simbol toleransi antarwarga.

"Menyambut seremoni tahun baru Islam 1448 Hijriah berbareng pemerintah wilayah di Masjid Agung menjadi peristiwa krusial dan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Perayaan nan dilakukan masyarakat dengan langkah menggelar pawai obor tidak lain menjaga silaturahmi dan simbol toleransi antar warga," pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia