, PALANGKA RAYA, – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo, menekankan pentingnya inovasi, keahlian beradaptasi, dan jiwa kewirausahaan kepada 340 wisudawan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR). Pesan ini disampaikan agar para lulusan bisa menghadapi tantangan bumi kerja nan terus berubah akibat transformasi digital dan perkembangan kepintaran buatan (artificial intelligence/AI).
Pesan tersebut disampaikan Edy saat menghadiri Yudisium dan Wisuda Program Pascasarjana XIII serta Program Sarjana XXXVI UMPR di Palangka Raya, Sabtu. Ia menegaskan bahwa perubahan terjadi sangat sigap sehingga lulusan perguruan tinggi dituntut bisa beradaptasi melalui aktivitas dan tindakan nyata.
"Transformasi digital, perkembangan AI, dan persaingan dunia menuntut lulusan perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan beragam perubahan," katanya.
Jangan Hanya Berpikir Jadi ASN
Edy Pratowo mengingatkan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak lagi dapat berjuntai pada pola pikir mencari pekerjaan semata, terutama menjadi aparatur sipil negara (ASN). Peluang nan tersedia relatif terbatas dibandingkan jumlah lulusan setiap tahun.
Karena itu, pemerintah provinsi mendorong para lulusan menjadi wirausaha nan bisa menciptakan lapangan kerja, sekaligus memberikan faedah ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya. "Jangan hanya berpikir menjadi pegawai negeri. Jadilah pembuat lapangan kerja nan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Edy juga mengapresiasi kerja sama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan UMPR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kerja sama itu di antaranya melalui program kuliah cuma-cuma dan pendidikan vokasi Diploma I bagian pertanian sebagai bagian dari support terhadap program pemerintah.
Pada kesempatan itu, dia juga mengaku berterima kasih penyelenggaraan wisuda tahun ini berjalan di hotel sehingga para wisudawan dan tamu undangan dapat mengikuti prosesi dengan lebih nyaman di tengah kondisi kabut asap nan melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Pesan Rektor dan LLDIKTI
Rektor UMPR Assoc Prof Dr Muhamad Yusuf SSos MAP menerangkan bahwa pada Yudisium dan Wisuda tersebut, UMPR meluluskan sebanyak 340 mahasiswa. Rinciannya terdiri atas 160 lulusan Program Pascasarjana dan 180 lulusan Program Sarjana.
Rektor UMPR itu mengatakan, wisuda bukan akhir perjalanan mahasiswa, melainkan langkah awal menuju kehidupan dan bumi nyata nan penuh persaingan tanpa batas. Untuk itu, dia meminta para lulusan menjadikan pengetahuan nan didapat selama perkuliahan sebagai dasar untuk terus mengembangkan kualitas diri.
"Selain keahlian akademik, modal utama dalam berkehidupan masyarakat adalah keahlian mengelola mental nan kuat. Nanti realitas di bumi kerja bakal sangat banyak tantangan nan dihadapi," katanya. Dr Yusuf juga meminta para lulusan kudu bisa beradaptasi dengan beragam perkembangan dan kondisi nan berubah-ubah.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, meminta para pengajar terus meningkatkan kompetensi agar bisa memberikan pembelajaran nan relevan dengan perkembangan pengetahuan pengetahuan dan kebutuhan bumi kerja. Ia juga mengingatkan para lulusan agar menerapkan budaya ilmiah nan telah dipelajari selama menyusun skripsi maupun tesis dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, metode ilmiah mengajarkan seseorang untuk mengumpulkan data, melakukan kajian secara objektif, serta menarik konklusi berasas kebenaran nan dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini krusial agar lulusan tidak mudah mengambil keputusan ataupun menyebarkan info tanpa proses verifikasi.
"Nilai kejujuran, transparansi, dan integritas kudu terus dijaga lantaran itulah nan bakal membangun kepercayaan masyarakat kepada para alumni," katanya.
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Moh. Mudzakkir, mengatakan gelar sarjana merupakan modal simbolik nan menunjukkan seseorang telah mempunyai kompetensi akademik dan intelektual. Namun, menurut dia, penghormatan nan sesungguhnya bakal diperoleh andaikan lulusan bisa memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sesuai bagian skill masing-masing. Ia juga membujuk para alumni menjaga modal sosial nan dimiliki dengan terus memegang teguh nilai kejujuran dan menjadi pribadi nan dapat dipercaya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·