Wabah Ebola di Kongo Meluas, Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Wabah Ebola di Kongo Meluas, Kenali Gejala dan Cara Penularannya Ilustrasi(Magnific)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pandemi virus Ebola jenis langka, Bundibugyo, di Republik Demokratik Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat Internasional. Di tengah kekhawatiran dunia nan kembali meningkat, pemahaman mendalam mengenai langkah penyebaran virus mematikan ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan.

Apa Itu Penyakit Virus Ebola?

Penyakit Virus Ebola (Ebola Virus Disease alias EVD) adalah penyakit langka namun mematikan nan disebabkan oleh jangkitan salah satu jenis virus dalam genus Orthoebolavirus. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976 melalui dua pandemi simultan di Sudan Selatan dan Republik Demokratik Kongo.

Hingga saat ini, terdapat tiga jenis Orthoebolavirus utama nan sering menjadi penyebab pandemi besar, yaitu:

  • Virus Ebola (Varian Zaire)
  • Virus Sudan
  • Virus Bundibugyo

Cara Penularan Virus Ebola

Penting untuk dicatat bahwa virus Ebola tidak menyebar melalui udara. Penularan terjadi melalui sistem berikut:

  1. Zoonosis (Hewan ke Manusia): Virus awalnya menginfeksi hewan liar, dengan kelelawar buah sebagai inang alami. Manusia dapat tertular melalui kontak dekat alias konsumsi daging hewan liar (bushmeat) nan terinfeksi.
  2. Kontak Langsung (Manusia ke Manusia): Penularan antarmanusia terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh (darah, muntahan, feses, urin, alias air liur) dari orang nan sakit alias telah meninggal akibat Ebola.
  3. Benda Terkontaminasi: Menyentuh permukaan alias barang (seperti busana alias tempat tidur) nan telah terkontaminasi cairan tubuh pasien juga berisiko tinggi menularkan virus.

Menurut WHO, seseorang tidak dapat menularkan penyakit ini sebelum mereka menunjukkan indikasi fisik. Namun, mereka tetap menular selama virus tetap berada di dalam aliran darah mereka.

Catatan Penting: Aktivitas merawat pasien tanpa perangkat pelindung diri (APD) nan memadai serta proses pemakaman jenazah korban Ebola menjadi jalur utama penyebaran luas di masyarakat.

Gejala Awal dan Perkembangan Penyakit

Masa inkubasi virus ini berkisar antara 2 hingga 21 hari setelah terpapar. Gejala awal sering kali muncul tiba-tiba dan menyerupai flu, meliputi:

  • Demam tinggi
  • Kelelahan ekstrem
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala hebat
  • Sakit tenggorokan

Seiring memburuknya kondisi, pasien bakal mengalami indikasi lanjutan seperti muntah, diare, nyeri perut, hingga penurunan kegunaan ginjal dan hati. Pada tahap kritis, jangkitan dapat memicu pendarahan internal maupun eksternal serta kandas organ nan fatal.

Metode Pengobatan dan Status Vaksin

Meskipun mematikan, tingkat kesembuhan dapat ditingkatkan melalui pemeriksaan awal dan perawatan suportif optimal di pusat isolasi, seperti pemberian cairan elektrolit dan penanganan jangkitan penyerta.

Jenis Penanganan Keterangan
Antibodi Monoklonal Penggunaan mAb114 dan REGN-EB3 (Efektif untuk jenis Zaire).
Vaksin Ervebo Efektivitas hingga 97,5% untuk jenis Zaire.
Varian Bundibugyo/Sudan Kandidat vaksin tetap dalam tahap pengembangan.

Hingga saat ini, tantangan terbesar dalam pandemi di Kongo adalah kebenaran bahwa vaksin nan tersedia secara komersial (seperti Ervebo) hanya efektif melawan jenis Zaire. Untuk jenis Bundibugyo nan saat ini meluas, bumi medis tetap menunggu hasil pengembangan kandidat vaksin nan spesifik.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Ebola

Apakah Ebola bisa sembuh?
Ya, dengan pemeriksaan awal dan perawatan medis nan tepat, kesempatan kesembuhan meningkat secara signifikan.

Apakah masker efektif mencegah Ebola?
Karena Ebola tidak menular lewat udara (airborne), masker membantu mencegah percikan cairan tubuh (droplet) masuk ke mulut alias hidung, namun perlindungan seluruh tubuh (APD) tetap diperlukan bagi tenaga medis.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia