Viral Suporter Pukul Kiper Lawan saat Liga Tarkam di Bantul

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Favian, Kiper PS Sendangsari, Bantul, nan menjadi korban pemukulan suporter saat bertanding dalam turnamen antarkampung di Bantul. Foto: Dok. PS Sendangsari

Pertandingan Divisi Super Liga Bantul 2026 antara PS Sendangsari dan PSSB Bawuran terhenti setelah seorang penonton masuk ke lapangan dan memukul kiper PS Sendangsari, Favian, dari belakang.

Insiden terjadi di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul, setelah PS Bawuran mencetak gol pada menit ke-82. Berdasarkan keterangan pihak Sendangsari, pelaku diduga merupakan penduduk Bawuran berumur sekitar 20–25 tahun.

Sebelum insiden, pertandingan berjalan normal. Kedua tim terlibat jual beli serangan tanpa tensi tinggi maupun permainan kasar. Kiper PS Sendangsari nan tetap berumur 17 tahun disebut menggagalkan sejumlah kesempatan emas Bawuran.

Manajer PS Sendangsari, Felix Supriasto, mengatakan tidak mengetahui pasti argumen penonton tersebut melakukan pemukulan. Namun, dia menyebut penampilan kiper Sendangsari cukup baik sepanjang pertandingan.

“Bawuran mencetak gol, tapi suporternya mungkin kebetulan kiper kami kemarin mainnya bagus. Banyak kesempatan emas bisa digagalkan oleh kiper kami. Mungkin penonton tersebut agak gemas alias bagaimana, saya tidak tahu,” kata Felix saat dihubungi Pandangan Jogja, Senin (10/8).

Setelah Bawuran mencetak gol, sejumlah penonton masuk ke lapangan. Salah seorang di antaranya kemudian memukul kiper PS Sendangsari dari arah belakang.

Pihak Sendangsari memperoleh info dari panitia pelaksana bahwa pelaku merupakan penduduk Bawuran. Usianya diperkirakan sekitar 20–25 tahun.

Pertandingan Terhenti

Akibat pemukulan tersebut, pertandingan dihentikan. Kiper PS Sendangsari mengalami pusing dan lebam pada bagian bahu kanan belakang. Pukulan juga sedikit mengenai bagian belakang kepala.

Ofisial Sendangsari kemudian membawa kiper ke pinggir lapangan untuk mendapatkan perawatan. Menurut Felix, pihaknya sempat meminta panitia pelaksana mengamankan pelaku agar pertandingan dapat dilanjutkan.

Saat itu, pertandingan tetap menyisakan sekitar tujuh menit. Sendangsari menyatakan bersedia kembali bermain setelah pelaku diamankan.

Namun, Felix mengatakan pelaku tidak dibawa ke ruang panitia pelaksana dan kemudian meninggalkan lokasi. Pihak Sendangsari akhirnya memilih tidak melanjutkan pertandingan lantaran merasa situasi tidak aman.

“Ketika kelak sudah diamankan, Sendangsari siap melanjutkan pertandingan. Tapi pelaku tidak dibawa ke ruang panpel. Akhirnya lantaran kami merasa tidak aman, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan,” ujar Felix.

Setelah pertandingan, kiper langsung dibawa untuk diperiksa. Felix mengatakan kondisi pemain tersebut mulai membaik. Namun, Sendangsari tetap memantau kondisinya untuk menentukan apakah kiper tersebut dapat tampil pada pertandingan berikutnya nan dijadwalkan Sabtu.

Askab PSSI Bantul Tegaskan Komitmen

Askab PSSI Bantul menegaskan kejadian serupa tidak boleh kembali terjadi dalam kejuaraan Divisi Super Liga Bantul 2026. Askab menyebut telah mempunyai komitmen berbareng klub-klub peserta mengenai patokan dan akibat jika terjadi pelanggaran.

“Ya, kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub nan mengikuti. Di situ juga sudah ada ketentuannya, jika memang melanggar kami hentikan,” tegas Askab PSSI Bantul, Aris Suharyana.

Sementara itu, PS Sendangsari telah memberikan keterangan kepada Komisi Disiplin PSSI Bantul mengenai kejadian tersebut. Felix mengatakan pihaknya tetap menunggu hasil sidang Komdis.

Terkait kemungkinan membawa kasus tersebut ke ranah hukum, Sendangsari tetap membahasnya berbareng manajemen dan family pemain nan menjadi korban.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan