Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Jakut, Tim Gabungan Korve Bersihkan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta - Video hamparan sampah membentuk pulau di pesisir Jakarta Utara (Jakut) viral di media sosial (medsos). Petugas campuran dikerahkan untuk membersihkan 'pulau sampah' tersebut.

Hamparan sampah itu berada sekitar 600-700 meter dari darat. Tumpukan sampah membentuk pulau itu mencuat dari permukaan air.

Sampah tersebut diduga terbawa arus sungai dan laut, lampau menumpuk dan menjulang dari permukaan pesisir laut sehingga menyerupai daratan. Petugas campuran bakal membersihkan tumpukan sampah itu selama beberapa hari ke depan.

Video hamparan sampah membentuk pulau di pesisir Jakut viral di medsos. Petugas campuran membersihkan 'pulau sampah' tersebut. (dok DLH DKI)Video hamparan sampah membentuk pulau di pesisir Jakut viral di medsos. Petugas campuran membersihkan 'pulau sampah' tersebut. (dok DLH DKI)

"Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan sekitar 70 personel gabungan," demikian keterangan Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta lewat akun IG @upsbadanairdlhdki, Kamis (4/6/2026).

Puluhan personel itu terdiri dari UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Sudin Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, serta unsur Polairud Polda Metro Jaya.

Petugas campuran korve membersihkan 'pulau sampah' itu sebagai tindak lanjut kejuaraan masyarakat nan disampaikan melalui kanal medsos. Tumpukan sampah itu berlokasi di Pulau Sedimen pesisir Muara Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakut.

Video hamparan sampah membentuk pulau di pesisir Jakut viral di medsos. Petugas campuran membersihkan 'pulau sampah' tersebut. (dok DLH DKI)Sebanyak 70 personel korve membersihkan sampah. Para petugas terdiri dari UPS Badan Air Kecamatan Penjaringan, Sudin Lingkungan Hidup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Penjaringan, serta unsur Polairud Polda Metro Jaya. (dok DLH DKI)

"Lokasi pesisir dan area sedimen menjadi salah satu titik nan rentan menjadi tempat berkumpulnya sampah kiriman dari laut maupun badan air. Kondisi tersebut memerlukan penanganan unik dan kerja sama beragam pihak agar sampah dapat segera diangkut dan tidak menimbulkan akibat nan lebih luas terhadap lingkungan pesisir," jelasnya.

Pembersihan sampah bakal berjalan secara berjenjang dari 4 hingga 6 Juni 2026, dengan konsentrasi pada pengangkutan dan pembersihan sampah nan terakumulasi di area tersebut.

'Pulau sampah' ini viral di medsos setelah beredarnya video udara penampakan sampah di pesisir Jakut tersebut. (jbr/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News