Karnaval di Pekalongan ini aktivitas khitanan massal nan menuai polemik soal penampilan kostum bernuansa satanik(Sosial media X)
PERWAKILAN panitia Simbangkulon Night Carnival alias SKNC 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, meminta maaf setelah parade nan diduga memuat tindakan ritual satanik viral di media sosial.
Acara nan dijuluk "parade setan" itu ramai diperbincangkan publik menyusul kontroversi pagelaran dalam aktivitas Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Panitia meminta maaf setelah melakukan pertemuan dengan pihak keamanan dan pemerintah setempat di Kantor Lurah Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, guna membahas masalah tersebut, Senin (14/9).
Salah satu perwakilan panitia, Ziyad Azisi mengaku tidak mengetahui secara perincian konsep penampilan nan dibawakan peserta dari tim imajinatif Simbangkulon Gang 1 alias Sim One.
"Tentunya kami dari panitia minta maaf nan sebesar-besarnya atas khilaf alias kekurangan kami," kata dia, dikutip Selasa (15/9).
Ia menjelaskan bahwa parade itu sesungguhnya rangkaian aktivitas khitanan massal. Bukan untuk Maulid Nabi.
"Bukan (Maulid Nabi). Khitanan massal nan ke-61 nan diadakan oleh PRNU Ranting Sidang Kulon. Kami kebetulan dari sahabat-sahabat Ansor Pemuda Sidang Kulon diamanati sebagai kepanitiaan karnaval tersebut," tukasnya. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·