El Nino Bikin 143 Bendungan Hampir Kering, Sungai di Kalimantan-Jawa Menyusut

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Foto udara kondisi waduk mengering di Waduk Benanga Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Angga Palguna/Antara Foto

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat sungai-sungai di Kalimantan, Sulawesi, hingga Jawa dan ratusan bendungan mengalami kekeringan lantaran kejadian El Nino berkepanjangan.

Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, mengatakan kejadian El Nino tetap kudu diwaspadai, mengingat BMKG memprediksi El Niño tetap memperkuat hingga awal 2027.

Hingga awal September, sebagian besar wilayah Indonesia tetap berada pada musim kemarau, sementara hujan nan terjadi umumnya tetap berkarakter lokal dan belum bisa memperbaiki kondisi kekeringan secara merata.

"Untuk kondisi sungai, berasas pemantauan Kementerian PU, sungai-sungai di Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi mengalami penyusutan nan cukup signifikan," ungkap Diana saat dihubungi kumparan, Senin (14/9).

Seorang nelayan mencari ikan dengan jaring di sungai di Tangerang, provinsi Banten, pada 17 Juli 2026, saat permukaan air menurun sebagian akibat dampak El Nino, nan telah membawa musim tandus berkepanjangan. Foto: Bay Ismoyo/AFP

Namun, Diana menyebut kondisi ini tidak terjadi secara merata di seluruh Indonesia. Wilayah Sumatera Utara dan Aceh justru tetap terjadi hujan dan banjir di beberapa titik.

"Sementara untuk bendungan, dari 242 waduk nan terpantau secara realtime, terdapat 143 waduk nan terisi 0–33 persen dari kapabilitas tampungnya alias dalam kondisi kering," jelasnya.

Kemudian 52 waduk terisi 34–66 persen alias berada pada kondisi di bawah normal, dan 45 waduk terisi 67–100 persen alias tetap dalam kondisi normal.

Meskipun sebagian waduk mengalami penurunan tampungan, Diana menuturkan bendungan-bendungan tersebut saat ini tetap dapat melayani kebutuhan air, ialah untuk irigasi sekitar 138,07 m³/detik dan air baku sekitar 205,53 m³/detik.

Diana menambahkan, Kementerian PU telah membentuk Satuan Tugas Penanganan El Niño sejak Juli 2026, nan konsentrasi pada penanganan akibat kekeringan, baik di lahan pertanian, permukiman, maupun kebakaran rimba dan lahan.

Petani membersihkan rumput di lahan sawah nan mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO

Sampai saat ini, berasas pelaporan dari BBWS/BWS di Ditjen Sumber Daya Air dan BPBPK di Ditjen Cipta Karya, tercatat ada 2.551 kejadian nan terdiri dari 260 kejadian kekeringan di sawah nan berakibat pada lebih dari 62.000 hektare lahan sawah, 1.960 kejadian kekeringan permukiman nan berakibat pada sekitar 987.000 jiwa.

Selain itu dari kekeringan tersebut, ada 331 kejadian kebakaran lahan dan rimba terutama di 6 provinsi ialah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, dan Jambi.

Diana menyatakan pihaknya telah menangani 2.070 lokasi. Di lahan sawah, KemenPU melakukan optimasi sumur JIAT, pemompaan, dan normalisasi saluran untuk mengoptimalkan pengaliran air. Sementara di permukiman, dilakukan dropping air bersih secara masif, pemeliharaan intake dan gedung pengambilan air baku, serta pemanfaatan sumur-sumur air baku.

"Kami juga mendukung penanganan karhutla melalui dropping air dan pengoperasian sekat kanal alias canal blocking, khususnya di lahan gambut di Kalimantan," tuturnya.

Kondisi anak Sungai Citarum di Kampung Sukarame, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami kekeringan akibat musim tandus nan berkepanjangan, Rabu (22/7/2026). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sementara untuk sungai, pemantauan tinggi muka air dilakukan melalui 1.336 pos duga air di seluruh Indonesia nan dapat mengirimkan info secara realtime.

"Dari hasil pemantauan tersebut, kami terus melakukan pemeliharaan sungai untuk menjaga alur sungai dan membatasi pengambilan air sesuai prioritas nan telah ditetapkan melalui Rencana Alokasi Air Tahunan alias RAAT," jelas Diana.

Demi menjaga kesiapan air di bendungan, pemerintah juga melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di beberapa wilayah. Di Sumatera Utara, OMC dilakukan untuk membantu mengisi volume Danau Toba. Sementara di Jawa Barat, OMC dilakukan di wilayah hulu waduk kaskade Jatiluhur, Saguling, dan Cirata, bekerja sama dengan Perum Jasa Tirta, BMKG, TNI, dan BNPB.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan