Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |09:52 WIB

Kepala BNPB, Suharyanto tinjau karhutla di IKN (foto: BNPB)
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto meninjau langsung penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Bukit Tengkorak, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memandang kondisi di lapangan sekaligus memastikan penanganan karhutla melangkah secara terpadu.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB berbareng Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memandang kondisi area nan terdampak karhutla serta perkembangan penanganan nan dilakukan oleh unsur campuran di lapangan.
Suharyanto menyampaikan, bahwa kondisi karhutla di Kalimantan Timur relatif lebih baik dibandingkan Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Ketiga provinsi tersebut menjadi wilayah prioritas penanganan karhutla lantaran setiap tahun menghadapi kejadian kebakaran dengan skala nan besar.
“Untuk Kalimantan Timur ini relatif lebih baik kondisinya dibandingkan tiga provinsi nan saya sampaikan tadi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Memang sudah ada sekitar 4.000 lebih hektare nan terbakar di Kaltim sampai hari ini,” ujar Suharyanto, Selasa (15/9/2026).
Ia menjelaskan, penanganan karhutla di Kalimantan Timur terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Pada hari sebelumnya, lebih dari 700 hektare area telah sukses ditangani melalui operasi pemadaman oleh satuan tugas darat dan support udara. Sementara pada Senin (14/9), tetap terdapat sekitar 300 hektare area nan dalam proses penanganan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.
“Dari sekitar 300 hektare ini, sebagian ada di IKN, area IKN. Ada empat titik tadi kita dengar laporannya nan tetap dipadamkan terus,” kata Suharyanto.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·