Viral Harga Pertalite Rp18.040 per Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Viral Harga Pertalite Rp18.040 per Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina

Viral Harga Pertalite Rp18.040 per Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina (Foto: Pertamina Patra Niaga)

JAKARTA - Viral di media sosial nan menyebut nilai original Pertalite lebih mahal dari nilai BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Dalam info nan beredar di masyarakat, nilai Pertalite tanpa subsidi mencapai Rp18.040 per liter.

Dalam narasi nan beredar di media sosial, masyarakat membeli Pertalite dengan nilai Rp10.000 per liter, namun dalam struk pembelian itu tercantum nilai original Pertalite nan mencapai Rp18.040 per liter. Artinya pemerintah memberikan subsidi Pertalite Rp8.040 per liter.

Harga original Pertalite ini pun lebih mahal dibandingkan nilai Pertamax nan mencapai Rp16.250 per liter. PT Pertamina Patra Niaga pun buka bunyi soal info nan beredar di masyarakat mengenai nomor Rp18.040 per liter pada struk pembelian Pertalite nan disebut sebagai nilai keekonomian BBM.

Pertamina Patra Niaga menyampaikan penjelasan agar masyarakat memperoleh info nan utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan, kebijakan subsidi BBM merupakan kewenangan Pemerintah dan bukan ditetapkan oleh Pertamina. 

Dalam perihal ini, Pertalite merupakan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) nan mendapatkan subsidi dari Pemerintah untuk menjaga keterjangkauan nilai bagi masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator nan menjalankan dan mematuhi kebijakan Pemerintah mengenai penyaluran BBM bersubsidi. Harga jual Pertalite nan dibayarkan masyarakat saat ini merupakan nilai nan telah ditetapkan Pemerintah dengan mempertimbangkan beragam aspek sosial dan ekonomi,” katanya di Jakarta.

Program subsidi BBM mempunyai tujuan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi. Kebijakan ini ditujukan terutama untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan mobilitas dan aktivitas sehari-hari dengan biaya nan terjangkau.

Terkait info nilai keekonomian nan tercantum pada struk, nomor tersebut merupakan gambaran nilai ekonomi BBM andaikan dihitung berasas komponen nilai pasar dan biaya penyediaan energi. Namun demikian, masyarakat tetap membeli Pertalite sesuai nilai nan telah ditetapkan Pemerintah lantaran adanya support subsidi.

Pertamina Patra Niaga juga menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM nonsubsidi nan nilai jualnya mengikuti dinamika pasar. 

Namun, dalam pelaksanaannya Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai daya nasional. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com