Sebanyak 12 penerbangan Wings Air dibatalkan akibat gempa 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembatalan penerbangan dilakukan sejak Sabtu (15/8) hingga Senin (17/8).
Pembatalan penerbangan tersebut dilakukan menyusul kerusakan pada terminal penumpang di sejumlah airport nan terdampak gempa. Selain itu, aktivitas gempa susulan tetap terus dipantau.
"Iya benar, penerbangan di-cancel hingga Senin kemarin," kata General Manager Lion Air Group wilayah Kupang, Rinus Zebua, Selasa (18/8).
Rinus menyebut, hari ini Wings Air bakal membuka penerbangan. Namun, perihal itu tetap situasional.
"Hari ini ada penerbangan nan dibuka, tapi menunggu koordinasi," jelasnya.
Rinus menjelaskan, landasan pacu dan kelengkapan instrumen untuk proses lepas landas dan pendaratan di bandara-bandara terdampak tetap dalam kondisi baik. Namun, terminal penumpang di Bandara Ruteng, Ende, dan Bajawa tetap mengalami kerusakan.
"Landasan pacu dan kelengkapan instrumen take off landing tetap dalam keadaan baik, namun keadaan terminal penumpang masing-masing di Bandara Ruteng, Ende, dan Bajawa saat ini tetap mengalami kerusakan. Di samping itu, kami pantau tetap berlangsungnya gempa susulan," ujarnya.
Penerbangan nan dibatalkan mencakup sejumlah rute nan menghubungkan Labuan Bajo, Ende, Bajawa, Ruteng, dan Kupang.
Rute nan terdampak antara lain Labuan Bajo-Ende, Labuan Bajo-Bajawa, Ruteng-Kupang, Kupang-Ruteng, Ende-Labuan Bajo, Ende-Kupang, Bajawa-Labuan Bajo, Bajawa-Kupang, Kupang-Bajawa, dan Kupang-Ende. Pembatalan juga mencakup penerbangan pada rute nan sama dengan agenda berbeda.
Pembatalan dilakukan sejak gempa terjadi sebagai langkah keselamatan di tengah kondisi sejumlah airport nan terdampak serta tetap adanya gempa susulan.
Bagi penumpang nan penerbangannya dibatalkan, tiket dapat diajukan untuk pengembalian biaya alias refund melalui pemasok perjalanan masing-masing.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·