
Ilustrasi Korupsi/ist
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah adanya tuduhan penggelembungan anggaran dalam pelayanan hemodialisis (HD) di RGUD KH Muhammad Thohir Krui Pesisir Barat, Lampung.
Adapun rumor ini mencuat seiring percakapan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kepada Presiden Prabowo Subianto nan menyebut delapan set perangkat hemodialisis seharga Rp30 miliar dalam aktivitas peresmian RSUD tersebut pada Rabu (10/6) lalu.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menjelaskan apa nan dimaksud oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengenai dengan pengadaan senilai Rp30 miliar itu merupakan nilai total pengadaan perangkat kesehatan canggih untuk setiap 66 RSUD nan masuk dalam Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC), alias Quick Win.
"Masing-masing RSUD bakal mendapatkan support alkes canggih senilai lebih dari Rp30 miliar dari program SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network)," ujar Aji, Minggu (21/6/2026).
Oleh lantaran dia berambisi masyarakat tidak termakan hoaks nan beredar di media sosial. "Kami berambisi masyarakat tidak termakan hoaks nan beredar seolah-olah Menkes melakukan penggelembungan harga," tegasnya.
Dijelasnnya, perangkat tersebut termasuk cathlab, CT scan 64 slice, echocardiography, mammography, dan lain-lain. Aji menjelaskan RSUD Krui itu sendiri mendapatkan support sekitar Rp31,7 miliar untuk pengadaan perangkat kesehatan tersebut. Angka ini disebut tidak hanya untuk jasa hemodialisis.
"RSUD Krui sendiri mendapatkan support sekitar Rp31,7 miliar tahun ini untuk pengadaan perangkat canggih tersebut. Angka ini bukan hanya untuk jasa HD," tutur Aji.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·