Taekwondo Indonesia Sabet 2 Medali dari 2 Ajang di Australia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Taekwondo Indonesia Sabet 2 Medali dari 2 Ajang di Australia

Taekwondo Indonesia menyabet dua lencana dari dua arena di Australia (Foto: PBTI)

TIM Taekwondo Indonesia meraih dua lencana pada kejuaraan WT President's Cup Oceania 2026 dan Australia Open. Atas keberhasilan itu, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, menyampaikan apresiasi dan mengucapkan selamat.

Selama dua hari pada 18-19 Juni, ribuan pasang mata tertuju ke Gold Coast Sports and Leisure Centre, Carrara, Queensland, Australia. Arena itu menjadi panggung besar bagi para petarung taekwondo dari beragam penjuru bumi nan datang dengan tujuan mengumpulkan poin bumi serta menjaga asa menuju panggung nan lebih tinggi.

Turnamen nan diselenggarakan berbareng oleh Oceania Taekwondo Union dan Australian Taekwondo itu bukan kejuaraan biasa. Statusnya adalah Grade 3 alias G3, level nan memberikan poin ranking bumi lebih besar dibanding banyak turnamen regional lainnya, termasuk Australian Open (G2).

Artinya, setiap kemenangan di Gold Coast mempunyai makna nan jauh lebih besar daripada sekadar medali. Di arena itu, ada ranking bumi nan dipertaruhkan, ada kesempatan menuju kejuaraan bumi nan mau dijaga, dan ada angan untuk menembus level elite nan sedang diperjuangkan.

1. 621 Atlet

Taekwondo

Sebanyak 621 atlet turun di nomor Kyorugi alias tarung. Mereka datang dari beragam negara personil World Taekwondo. Secara regulasi, event ini terbuka bagi 213 federasi nasional personil WT, menjadikannya salah satu turnamen terbesar nan pernah digelar di area Oceania.

Jumlah peserta nan besar membikin persaingan berjalan ketat sejak babak awal. Empat disiplin dipertandingkan dalam turnamen ini, ialah Kyorugi, Para Kyorugi, Poomsae, dan Para Poomsae. Seluruh nomor tersebut masuk agenda resmi World Taekwondo serta memperebutkan poin ranking dunia.

Tak hanya atlet senior nan mendapat kesempatan unjuk kemampuan. Panitia juga membuka kategori junior untuk usia 15 hingga 17 tahun, Cadet untuk usia 12 hingga 14 tahun, serta Para Taekwondo. Kelas berat nan dipertandingkan merujuk pada izin resmi World Taekwondo dan World Para Taekwondo.

Keberadaan golongan usia muda membikin WT President's Cup Oceania tidak sekadar menjadi arena perebutan medali. Turnamen ini juga menjadi tempat lahirnya bintang-bintang baru. Bukan perihal nan mengejutkan jika dalam beberapa jenis terakhir, arena ini selalu diikuti atlet-atlet elite dunia, termasuk peraih lencana kejuaraan bumi hingga Olimpiade.

Bagi banyak atlet, Gold Coast adalah persimpangan jalan. Mereka datang dengan membawa nama negara, tetapi pulang dengan sesuatu nan lebih besar: tambahan poin dunia, pengalaman berkompetisi melawan lawan-lawan terbaik, alias mungkin pelajaran berbobot dari kekalahan nan bakal menguatkan langkah berikutnya.

Indonesia pun ikut menorehkan catatan. Kontingen Merah Putih memang tidak datang dengan skuad besar. Hanya tiga atlet Kyorugi dan satu atlet Poomsae nan diterjunkan. Di nomor kyorugi putra, Indonesia menurunkan Mhd Raihan Fadhilah di kelas -80 kilogram, Khavka Zhaviv di kelas -63 kilogram, serta Aziz Hidayat Tumakaka di kelas -54 kilogram. Sementara di nomor seni alias Poomsae, Indonesia mengirim M. Rizal untuk nomor perseorangan putra.

Hasil terbaik datang dari Aziz. Atlet kelas -54 kilogram itu menunjukkan daya juang nan patut diapresiasi. Ia tampil meyakinkan ketika menghadapi wakil Jepang Ohara Keishin di perempatfinal.

Aziz memenangi ronde pertama dengan skor 20-12, lampau semakin dominan pada ronde kedua dan menang telak 16-0. Kemenangan itu membawanya ke semifinal sekaligus memastikan lencana perunggu.

Namun, langkahnya menuju final kudu terhenti setelah menghadapi wakil Amerika Serikat Gun Youngsuk Ethan. Aziz memberikan perlawanan sengit dan hanya kalah tipis 8-9 pada ronde pertama.

Pertandingan kemudian semakin ketat sebelum akhirnya wakil Amerika mengamankan ronde kedua dengan skor 16-12. Meski kandas melangkah ke partai puncak, Aziz tetap membawa pulang lencana perunggu bagi Indonesia.

Perjalanan Khavka Zhaviv pun tak kalah menarik. Turun di kelas -63 kilogram, dia membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas atlet tuan rumah Australia Marthin Jack pada babak 32 besar.

Khavka menang absolut dalam dua ronde, masing-masing dengan skor 19-7 dan 27-9. Kemenangan itu memperlihatkan agresivitas sekaligus ketenangan dalam mengendalikan pertandingan.

Namun, ujian nan lebih berat menantinya di babak 16 besar. Menghadapi wakil Taiwan alias Chinese Taipei nan dikenal mempunyai tradisi kuat di taekwondo dunia, Khavka kudu mengakui kelebihan Huang Cho Cheng, lawannya setelah kalah 0-8 dan 5-7.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com