Viral Diduga Intel Masuk Kampus UMY, Polda DIY Buka Suara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Diduga seorang personil intelijen (intel) kepolisian diamankan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di lingkungan kampus, Rabu (17/6).

Polda DI Yogyakarta pun buka suara. Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan melalui keterangannya, membenarkan bahwa sosok nan diamankan oleh mahasiswa di lingkungan kampus UMY itu adalah personil dari instansinya.

Ihsan bilang, personil itu petugas nan terlibat dalam surat perintah pelayanan penyampaian pendapat di muka umum pada hari Rabu. Keberadaan personil tersebut di letak merupakan bagian dari penugasan pemantauan untuk memastikan peserta tindakan kembali ke kampus dengan kondusif dan selamat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggota nan berada di letak baik nan berpakaian dinas maupun tertutup merupakan bagian dari penyelenggaraan pelayanan untuk mengawal dan memastikan peserta tindakan kembali ke kampus dalam keadaan kondusif dan selamat," jelas Ihsan dalam keterangannya, Rabu (17/6) malam.

Ihsan menyebut ada momen kesalahpahaman dan sekarang telah diselesaikan secara humanis, melalui komunikasi serta koordinasi nan baik dengan pihak rektorat juga mahasiswa.

"Situasi saat ini kondusif, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat dan mahasiswa atas komunikasi dan koordinasi nan terjalin sangat baik sehingga kesalahpahaman ini dapat terselesaikan dengan baik, dan personil kami telah kembali ke Polda," ungkap Ihsan.

Sebelumnya, momen mahasiswa mengamankan sosok nan diduga intel kepolisian itu sempat disiarkan langsung melalui media sosial UMY Bergerak, dengan takarir 'Intel Masuk Kampus UMY'. Beberapa potongan video juga viral setelahnya.

Dalam potongan video nan beredar, terlihat momen saat sosok disebut intel itu diamankan mahasiswa. Terlihat dalam video viral bahwa sosok nan diamankan adalah seorang laki-laki mengenakan kaos hitam dan celana jeans.

Momen lain menunjukkan sosok personil intel itu -- sembari memegangi sekantong plastik berisi es batu untuk kompres -- diinterogasi sejumlah mahasiswa nan mengenakan jaket almamater UMY.

Potongan video lain menunjukkan pengakuan laki-laki itu sebagai seorang intel Polda DIY berkedudukan bintara. Dia mengaku ke UMY untuk mengamankan kepulangan mahasiswa dari titik tindakan demonstrasi di Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta.

Dia mengaku bergerak atas perintah atasan, salah satunya adalah Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono.

Ihsan menjelaskan Polda DIY bersama berbareng Polresta Yogyakarta pada hari Rabu melakukan pelayanan aktivitas penyampaian pendapat di muka umum nan digelar oleh Aliansi UMY Bergerak (AUB) dan komponen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di area Titik Nol Kilometer.

Kegiatan berjalan mulai pukul 13.57 WIB hingga 17.27 WIB, diikuti sekitar 470 orang peserta dari Aliansi UMY Bergerak dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Demi memastikan aktivitas penyampaian aspirasi melangkah kondusif dan tertib, kata Ihsan, Polda DIY berbareng jejeran Polresta Yogyakarta melaksanakan pelayanan mulai dari titik keberangkatan sampai kembalinya massa mahasiswa ke kampus masing-masing. Pelayanan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Personel kepolisian juga melakukan pengaturan lampau lintas di sekitar letak guna menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan.

Ihsan menuturkan, pelayanan tersebut merupakan corak pelayanan kepolisian dalam menjaga kewenangan masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus memastikan keamanan dan ketertiban umum.

"Kepolisian datang untuk memberikan pelayanan agar aktivitas penyampaian aspirasi dapat melangkah dengan kondusif dan tertib serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Kami menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum," imbuh Ihsan.

Ihsan menerangkan dalam aksinya, Aliansi UMY Bergerak membawa tema 'Menuju Pembebasan Nasional' dengan sejumlah tuntutan macam penghentian kebijakan nan dinilai tidak berpihak kepada rakyat, penurunan nilai BBM dan kebutuhan pokok, penghentian kriminalisasi terhadap masyarakat sipil, penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, hingga percepatan agenda reforma agraria.

Sementara itu, komponen mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyampaikan beberapa tuntutan, antara lain penghentian program MBG dan KDMP, pencabutan UU Polri dan UU TNI, revisi izin mengenai pendanaan partai politik, serta percepatan reformasi agraria.

(kum/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional