Video seorang bayi nan dipijat dengan langkah kasar sembari menggunakan daun sirih viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di sebuah praktik pijat berjulukan Rumah Sirih di area Jakabaring, Sumatera Selatan.
Dalam video nan beredar, bayi tampak menangis panik saat tubuhnya digerakkan dengan tekanan keras. Rekaman itu pun memicu kekhawatiran publik soal keamanan praktik pijat bayi nan tidak sesuai prosedur.
Menanggapi perihal tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sumatera Selatan mendatangi letak praktik pijat bayi tersebut untuk memberikan edukasi. Melalui unggahan mereka, IDAI Sumsel menegaskan bahwa pijat bayi semestinya bermaksud membikin bayi nyaman, bukan takut, nyeri, alias merasa terpaksa.
Lalu, seperti apa pijat bayi nan kondusif dilakukan?
Bagaimana Pijat Bayi nan Aman?
Pijat bayi pada dasarnya adalah sentuhan lembut nan dilakukan untuk membantu bayi rileks, tidur lebih nyenyak, dan mempererat bonding dengan orang tua. Namun, pijat kudu dilakukan dengan teknik nan tepat dan memperhatikan kenyamanan bayi.
Berikut prinsip pijat bayi nan aman:
1. Pastikan Bayi dalam Kondisi Tenang
Pijat sebaiknya dilakukan saat bayi sedang tenang, tidak lapar, tidak mengantuk berat, dan tidak rewel.
2. Gunakan Tekanan Lembut
Gerakan pijat cukup berupa usapan ringan hingga sedang. Hindari menekan terlalu keras, menarik personil tubuh, alias memaksa sendi bayi bergerak.
3. Mulai dari Area Kaki
Biasanya pijat dimulai dari kaki lampau naik ke tangan, dada, perut, dan punggung. Area ini umumnya membikin bayi lebih mudah beradaptasi dengan sentuhan.
4. Perhatikan Respons Bayi
Jika bayi menangis, terlihat kesakitan, menegang, alias berupaya menghindar, segera hentikan pijatan.
5. Gunakan Minyak nan Aman
Bila diperlukan, gunakan minyak unik bayi alias baby oil nan kondusif di kulit bayi dan tidak menimbulkan iritasi.
Hal nan Tidak Boleh Dilakukan saat Memijat Bayi
Ada beberapa tindakan nan sebaiknya dihindari, antara lain:
* Menekan tubuh bayi terlalu keras
* Memutar leher alias sendi bayi
* Menarik tangan dan kaki secara paksa
* Memijat saat bayi demam alias sakit
* Melakukan teknik tanpa pengetahuan nan benar
Tubuh bayi tetap sangat rentan, sehingga aktivitas kasar bisa meningkatkan akibat cedera pada otot, sendi, apalagi tulang.
Bila Ingin Pijat Bayi, Ke Mana Sebaiknya?
Orang tua disarankan memilih tenaga kesehatan alias terapis pijat bayi nan sudah terlatih. Bisa juga meminta pedoman dari master anak alias perawat agar pijat dilakukan dengan kondusif di rumah.
Kasus viral ini menjadi pengingat bahwa tidak semua praktik pijat tradisional kondusif untuk bayi. Jika bayi menangis dahsyat dan terlihat kesakitan, itu bukan tanda terapi berhasil, melainkan sinyal bahwa bayi tidak nyaman.
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·