BPBD Aceh Barat Pastikan 34,1 Hektare Karhutla di Lima Kecamatan Padam Total

Sedang Trending 1 jam yang lalu

BPBD: Karhutla di Aceh Barat sukses dipadamkan.

, MEULABOH, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan seluruh kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi selama dua pekan terakhir di lima kecamatan telah sukses dipadamkan. Total area nan terdampak mencapai 34,1 hektare dan sekarang dinyatakan padam 100 persen.

"Alhamdulillah, saat ini seluruh letak kebakaran lahan di Aceh Barat sudah padam 100 persen," kata Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat Teuku Ronal kepada wartawan, Jumat.

Ia mengatakan upaya tim campuran membuahkan hasil setelah seluruh titik api nan membakar lahan di sejumlah kecamatan sukses dipadamkan sepenuhnya. Operasi pemadaman dilakukan secara intensif hingga seluruh titik api sukses dikendalikan.

Rincian Area Terdampak

Berdasarkan info BPBD Aceh Barat, letak karhutla nan telah dipadamkan itu meliputi Desa Berawang seluas 15 hektare dan Desa Kuta Padang Layung seluas 10 hektare di Kecamatan Bubon. Di Kecamatan Samatiga, kebakaran terjadi di Desa Cot Seumeureung seluas empat hektare.

Sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, lahan terbakar mencakup Desa Lapang seluas satu hektare dan Desa Seunebok 0,5 hektare. Di Kecamatan Meureubo, kebakaran melanda dua titik di Desa Ujong Tanoh Darat dengan luas masing-masing 1,6 hektare dan satu hektare.

Selain itu, kebakaran lahan seluas satu hektare di Desa Gunong Pulo, Kecamatan Arongan Lambalek, juga telah sukses dipadamkan seluruhnya.

Fokus Penanganan dan Imbauan

Teuku Ronal mengatakan Kecamatan Bubon dan Samatiga menjadi konsentrasi utama penanganan lantaran mempunyai luas area terdampak kebakaran terbesar dibandingkan wilayah lainnya. Menurut dia, operasi pemadaman di kedua kecamatan tersebut dilakukan secara intensif hingga penanganan dinyatakan selesai.

Meski seluruh kebakaran telah padam, BPBD Aceh Barat tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat cuaca kering dan kondisi angin berubah. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka lahan dengan langkah membakar lantaran dapat memicu munculnya titik api baru dan memperluas area kebakaran.

"Kami berambisi masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," kata Teuku Ronal.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional