Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia berbareng Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema "Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global". Forum ini bakal mengupas tuntas respons Indonesia dan otoritas moneter menghadapi tantangan dunia sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kepercayaan dan perspektif positif pasar.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal dalam Central Banking Forum 2026 menyampaikan pandangannya terhadap momentum pertumbuhan RI tetap terbuka di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global.
Salah satu tekanan nan kudu diperhatikan pemerintah adalah sektor daya mengingat RI mempunyai ketergantungan terhadap impor minyak dan BBM. Meski demikian RI hanya memasok daya 20% dari negara teluk sehingga pasokan daya dari Afrika bisa menjadi penopang ketahanan daya RI, perihal ini lebih baik dari Malaysia nan mempunyai ketergantungan hingga 70% serta Filipina nan tergantung 95% dari Timur Tengah.
Kondisi ini juga menjadi kesempatan untuk mendorong pengembangan EBT sekaligus memanfaatkan windfall nilai komoditas nan melonjak seperti Batu Bara. Namun perlu di ingat nilai komoditas pangan impor seperti gula dan kedelai nan melonjak membikin stabilitas nilai tukar Rupiah sangat penting.
Selengkapnya simak dalam Central Banking Forum 2026, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·