Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah tengah mengkaji penerapan windfall tax (pajak atas untung tak terduga) pada komoditas ekspor jagoan Indonesia nan mengalami kenaikan nilai pengaruh perang Timur Tengah seperti batu bara, nikel, dan CPO.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan menyebut rencana penerapan windfall tax tetap di koordinasikan K/L mengenai dimana kalkulasi potensinya didasarkan atas selisih antara dugaan APBN dengan nilai di pasar serta berapa lama kenaikan nilai ini terjadi, selain itu juga diperhitungkan dampaknya terhadap suasana investasi.
Kemenko Perekonomian juga terus mencermati perkembangan gejolak dunia dan dampaknya terhadap daya tahan APBN nan hingga saat ini tetap dipastikan aman. Di sisi lain, pemerintah juga melakukan efisiensi shopping sekitar Rp 120-130 Triliun dengan tetap menjaga program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 juta rumah hingga sebagai pendorong ekonomi.
Seperti apa arah kebijakan pemerintah terhadap potensi windfall komoditas di era perang? Bagaimana pemerintah memandang akibat windfall terhadap ekonomi RI? selengkapnya simak perbincangan Shafinaz Nachiar dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Selasa, 14/04/2026)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·