Video: Peta Bisnis Nindya Karya Kebut Proyek Bendungan, Jalan-Jembatan

Sedang Trending 43 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Sosial resmi membentuk Tim Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat (TP2SR) guna mendorong percepatan pembangunan 61 titik Sekolah Rakyat permanen rintisan nan belum terakomodasi dalam kuota pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum.

PT Nindya Karya (Persero) sebagai BUMN bangunan memastikan kontribusinya dalam percepatan pembangunan sekolah rakyat guna mendukung proyek strategi nasional (PSN) pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas.

Pelaksanaan proyek sekolah rakyat disebut Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah dilaksanakan dengan sigap agar dapat segera dipergunakan untuk mendukung aktivitas belajar mengajar. Nindya Karya juga memastikan proses monitoring dan pertimbangan dengan menerapkan Enterprise Resources Planning (ERP) serta mengintegrasikan proses pengadaan material, tenaga kerja dan penggunaan peralatan.

Saat ini Nindya Karya mendapatkan tugas pembangunan sekolah rakyat di 20 letak nan saat ini sudah diselesaikan 100% dan sekolah rakyat nan dibangun sudah mulai dilaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penerima faedah rata-rata 300 siswa per sekolah rakyat.

Selain itu Nindya Karya juga tengah menyelesaikan proyek prasarana air dan lingkungan diantaranya Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur dan Dam-Serpong Water Conveyance System (KSCS) Package 3. Dimana tantangan proyek ini mengenai tanah serta menyelesaikan persoalan sosial dengan masyarakat.

Seperti apa peran dan strategi Nindya Karya mempercepat proyek prasarana mendukung pembangunan program sekolah hingga proyek air dan jalan raya serta pengadaan Hunian Sementara Korban Banjir Sumatra?

Selengkapnya simak perbincangan Bunga Cinka dengan Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), Firmansyah dalam Focus on Infra, CNBC Indonesia (Rabu, 19/08/2026)


Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News