Jakarta, CNBC Indonesia- Pelemahan nilai tukar Rupiah nan sudah menembus Rp 17.700 per Dolar AS turut meningkatkan kekhawatiran pelaku usaha. Wakil Sekretaris Umum APINDO, Anggana Bunawan menyebut tren penurunan Rupiah nan sudah berjalan beberapa bulan telah memberi akibat ke industri nan memerlukan bahan baku dan bahan penolong impor.
Dimana kenaikan biaya produksi akibat kondisi ini bisa berakibat pada kenaikan nilai jual ke konsumen hingga bisa menekan daya beli. Meski saat ini pelaku upaya tetap berupaya "wait and see" dan menahan kenaikan harga.
Di sisi lain, sektor nan berorientasi ekspor hingga segmen 'waste to energy" justru makin bergeliat. Dalam jangka menengah ekspektasi pelaku upaya sedikit kurang percaya diri sehingga untuk ekspansi dan perekrutan tenaga kerja tetap bakal memandang perkembangan jangka pendek.
Menghadapi kondisi ini, pengusaha mengharapkan kemudahan izin dan keamanan pasokan bahan baku seperti gula dan garam impor untuk menjaga keberlanjutan bumi usaha.
Lalu Seperti apa akibat pelemahan Rupiah ke bumi usaha? Selengkapnya simak perbincangan Serliana Salsabila dengan Wakil Sekretaris Umum APINDO, Anggana Bunawan dalam Profit, CNBC Indonesia (Selasa, 19/05/2026)
Add
source on Google
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·