Jakarta, CNBC Indonesia- Perang Iran Vs Amerika Seriat - Israel nan berkapak pada penutupan selat Hormuz turut memberi akibat pada lonjakan nilai plastik. Kondisi ini tidak lepas dari terganggunya pasokan dan lonjakan nilai minyak mentah maupun bahan baku nafta nan krusial dalam produksi plastik.
Sekretaris Jenderal INAPLAS (Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia), Fajar Budino mengatakan kenaikan nilai bahan baku plastik nan terjadi sejak pekan ke-2 perang Timur Tengah. Sebelumnyan nilai bahan baku plastik USD 1000 per metrik ton sudah mengalami kenaikan 4 kali nan setiap kenaikan mencapai 40-60% dan tembus USD 1.800 per metrik ton.
Dalam menghadapi kondisi ini, pelaku upaya tengah mencari sumber bahan baku plastik ialah nafta cracker pengganti selain nan berasal dari Timur Tengah ialah Amerika Serikat namun tantangannya waktu pengiriman lebih lama dengan ongkos kirim lebih tinggi.
Seperti apa kondisi kenaikan nilai plastik? Selengkapnya simak perbincangan Dina Gurning dengan Sekretaris Jenderal INAPLAS (Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia), Fajar Budino dalam Manufacture Check, CNBC Indonesia (Senin, 13/04/2026)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·