Video: Harga Pangan Dunia Melonjak, Indonesia Wajib Waspada Dampak Ini

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak perang Timur Tengah tidak hanya mengerek nilai dan mengganggu rantai pasok sektor daya namun juga mendorong kenaikan nilai pangan global.

Indeks Harga Pangan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) alias FAO indeks mencatat adanya tren kenaikan nilai pangan dan pada April melonjak ke level tertinggi sejak Februari 2026 imbas lonjakan nilai minyak nabati.

Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta menyebut halangan rantai pasok Selat Hormuz telah menyebabkan gangguan logistik sehingga mengerek nilai pangan. Selain itu konsentrasi pengembangan Biofuel turut meningkatkan nilai minyak nabati.

Di sisi lain nilai serealia juga naik imbas halangan panen di AS begitupula dengan nilai daging nan ikut terdampak kekeringan. Kondisi ini kudu diwaspadai pemerintah RI mengingat Indonesia tetap mengandalkan gandum impor.

Lalu seperti apa akibat kenaikan nilai pangan dunia ke Indonesia? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Analyst CNBC Indonesia Research, Emanuella Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 13/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News