Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah peningkatan permintaan bauksit global, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) memandang pentingnya kebijakan moratorium pembangunan refinery alumina dan aluminium di Indonesia.
Menanggapi wacana moratorium smelter alumina dan aluminium ini, Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto memandang bahwa usulan ini terlalu berlebihan mengingat industri smelter bauksit sedang dalam jalur pertumbuhan hilirisasi sektor bauksit dan akomodasi pemurnian (refinery) bauksit baru beraksi 3 hingga 4 smelter.
ABI memandang persediaan bauksit cukup untuk mengolah refinery hingga 25-30 tahun sehingga pengolahan bauksit ke alumina sudah lama jalur nan tepat. Sejumlah info mencatat persediaan bauksit RI bisa mencapai 1,6 miliar metrik ton, hanya saja persoalan letak cadangannya di Kalimantan barat, Kalimantan tengah hingga Riau kebanyakan berhimpitan dengan perkebunan dan HGU sehingga perlu penataan kerjasama B2B dan patokan pendukung.
Seperti apa tantangan pemenuhan pasokan bauksit ke refinery? Selengkapnya simak perbincangan Serliana Salsabila dengan Ketua Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI), Ronald Sulistyanto dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 11/05/2026)
Add
source on Google
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·